Salah bertanya…..sesat di jalan??

By Joe Hartanto | Motivasi & Inspirasi

Okt 05

Pernahkah anda pergi ke sebuah daerah atau kota baru yang baru pertama kalinya anda datangi, dan ketika anda menemukan sebuah persimpangan jalan anda merasa ragu ragu untuk memilih jalan ke kiri atau ke kanan, dan akhirnya anda putuskan untuk bertanya pada seseorang yang ada di tepi jalan situ, kemudian anda ikuti saran orang tersebut, tetapi setelah melewati beberapa kilometer anda menyadari ternyata orang yang anda tanya tadi, telah memberikan jawaban arah jalan yang salah dan cenderung malah menyesatkan. Sehingga anda harus kembali kepersimpangan jalan tadi dan mengambil arah kebalikannya, sambil bersungut sungut karena sudah buang waktu, buang energi, untuk mengikuti petunjuk yang salah dari orang tersebut.

Sekitar akhir tahun 2004, sewaktu saya sedang merencanakan untuk membuka sebuah bisnis sekolah musik, sebuah bidang bisnis yang saat itu benar benar baru dan tidak pernah saya terjuni sebelumnya. Sehingga otomatis saya perlu melakukan survei dan banyak bertanya. Saat itu saya banyak sekali bertanya dan konsultasi pada orang yang saya anggap hubungannya cukup dekat dengan saya, baik yang saya nilai sudah lebih berpengalaman maupun lebih sukses dari saya ataupun teman teman yang saya anggap biasa saja.

Dari sekian banyak orang yang saya tanya dan konsultasi, ada 2 orang yang pendapatnya ingin saya bahas di sini. Yang pertama adalah teman yang sudah cukup lama saya kenal sejak saya kuliah dulu, yang kariernya sangat bagus, seorang peraih penghargaan mahasiswa teladan di kampusnya dulu, pernah jadi dosen tamu di salah satu universitas di Jepang, dan saat itu dia menjadi salah satu top eksekutif di salah satu perusahaan retail papan atas di Indonesia. Selain menanyakan pendapatnya tentang bisnis yang akan saya buka, dia juga saya tawarkan kesempatan untuk menjadi salah satu investor di bisnis tersebut. Tapi saat itu, bukannya komentar positif atau semangat dan support yang saya dapat, tapi lebih banyak pendapat dan pemikiran yang kurang mendukung dan lebih banyak melihat dari sisi negatifnya, kalau nanti bisnisnya begini bagaimana, kalau nanti bisnisnya begitu gimana? Dan akhirnya saya pulang dari rumahnya dia, malah bukan menjadi lebih semangat, tapi jadi bingung dan ragu ragu untuk buka bisnis tersebut……

Teman saya yang kedua, adalah seorang yang berasal dari keluarga berada, sempat bersekolah di US, dan saat itu menjadi salah satu top leader di sebuah perusahaan direct selling terkenal. Dalam sebuah kesempatan yang dia pergunakan untuk mem’prospek’ saya untuk bergabung dalam memasarkan produk perusahaannya, saya sempat mengemukakan rencana saya untuk membuka bisnis tersebut. Dan reaksi dia waktu itu kurang lebih, intinya tidak terlalu mendukung, malah secara tidak langsung menjatuhkan tipe bisnis yang akan saya buka, dan lebih mempromosikan jenis bisnis yang diterjuni olehnya saat itu. Sepulang dari pertemuan tersebut, saya malah jadi bimbang dan ragu ragu akan rencana saya buka bisnis.

Tapi untungnya, selain 2 orang teman saya diatas, saya juga bertanya dengan banyak orang lain yang sudah sukses membuka jenis bisnis sekolah musik seperti yang akan saya dirikan. Dan saya bisa menyimpulkan dari pertemuan dengan mereka bahwa bisnis sekolah musik adalah sebuah bisnis yang prospektif dan sangat menguntungkan. Dan akhirnya saya putuskan buka, dan ternyata memang hasilnya sangat menguntungkan. Untung saya akhirnya mengikuti saran yang tepat dari orang yang tepat.

Pernahkah anda mengalami situasi mirip seperti yang pernah saya alami diatas?? Dimana saat anda menemukan sebuah peluang bisnis, investasi atau peluang belajar sesuatu hal yang baru, dan kemudian anda berusaha meminta pendapat orang disekeliling anda, tetapi bukannya membuat anda jadi lebih bersemangat, tapi malah membuat anda tambah bingung, atau bahkan lebih buruknya membuat anda mem”buang” ide dan peluang tersebut dari pikiran anda? Dan kemudian beberapa waktu kemudian anda menyesali diri anda, mem’bodoh-bodohkan’ diri anda sendiri, karena sudah telanjur mengikuti pendapat yang salah dari orang yang tidak tepat. Karena ternyata ada orang lain yang membuka bisnis yang sama dengan yang tadinya anda ingin buka, ditempat yang tadinya anda rencanakan, dan akhirnya sukses besar.

Dari berbagai pengalaman yang saya alami, kita harus berhati hati dalam mengajukan pertanyaan, selain harus mengajukan pertanyaan dengan tepat, kita juga harus bertanya pada orang yang tepat. Jika kita ajukan pertanyaan yang tepat pada orang yang salah, maka hasilnya pasti tidak sesuai dengan harapan kita. Demikian pula jika kita mengajukan pertanyaan yang tidak tepat pada orang yang tepat sekalipun, maka bisa bisa jawaban yang salahlah yang kita dapat.

Atau ilustrasi sederhananya seperti ini, jika anda ingin membuka usaha jenis otomotif bertanyalah dengan pertanyaan yang tepat pada orang yang memang sudah sukses di bidang usaha otomotif, jangan pernah bertanya pada seorang yang sukses membuka usaha di bidang kuliner. Atau jika anda ingin belajar memanfaatkan daya ungkit dalam berbisnis atau berinvestasi, bertanyalah pada orang yang memang sudah berhasil memanfaatkan daya ungkit untuk kemajuan bisnis maupun investasinya.

Demikian pula dalam berinvestasi property dengan menggunakan daya ungkit, bertanyalah dengan pertanyaan yang tepat, pada orang yang tepat, yang sudah terbukti sukses. Saya seringkali menerima pertanyaan dari teman teman yang dari caranya bertanya, saya tahu teman teman ini sudah pernah bertanya atau menerima pendapat dari sumber yang kurang tepat, sehingga dari caranya bertanya cenderung bukan bertanya untuk belajar, tapi malah “mempertanyakan”, akibatnya yang rugi malah mereka sendiri, karena telah membuang kesempatan bagus dan menutup diri terhadap salah satu dari banyak cara berinvestasi di properti, yaitu dengan menggunakan daya ungkit.

Maka kesimpulannya berhati hatilah dalam bertanya dan berguru, salah bertanya pada orang yang tidak tepat atau guru yang tidak tepat….malah bisa tersesat di jalan investasi properti yang kurang tepat.. Lebih baik berhenti sejenak, sambil mencari orang atau guru yang lebih tepat, daripada bertanya pada orang atau guru yang tidak tepat, tapi malah jadi tambah tersesat.

Salam Sukses Berkelimpahan,

Joe Hartanto

www.PropertyCashMachine.com

“Tempatnya belajar cara CERDAS membangun kekayaan melalui property TANPA MODAL”

Follow ME on Twitter : @JoeHartanto

Facebook Page : facebook.com/joehartanto

Follow

About the Author

Adalah seorang Self Made Entrepreneur & Property Investor yang sukses membangun peternakan properti tanpa modal dan bahkan mendapat tambahan modal, dengan strateginya yang unik, luar biasa & telah teruji.