Salah bertanya…..sesat di jalan??

Pernahkah anda pergi ke sebuah daerah atau kota baru yang baru pertama kalinya anda datangi, dan ketika anda menemukan sebuah persimpangan jalan anda merasa ragu ragu untuk memilih jalan ke kiri atau ke kanan, dan akhirnya anda putuskan untuk bertanya pada seseorang yang ada di tepi jalan situ, kemudian anda ikuti saran orang tersebut, tetapi setelah melewati beberapa kilometer anda menyadari ternyata orang yang anda tanya tadi, telah memberikan jawaban arah jalan yang salah dan cenderung malah menyesatkan. Sehingga anda harus kembali kepersimpangan jalan tadi dan mengambil arah kebalikannya, sambil bersungut sungut karena sudah buang waktu, buang energi, untuk mengikuti petunjuk yang salah dari orang tersebut.

Sekitar akhir tahun 2004, sewaktu saya sedang merencanakan untuk membuka sebuah bisnis sekolah musik, sebuah bidang bisnis yang saat itu benar benar baru dan tidak pernah saya terjuni sebelumnya. Sehingga otomatis saya perlu melakukan survei dan banyak bertanya. Saat itu saya banyak sekali bertanya dan konsultasi pada orang yang saya anggap hubungannya cukup dekat dengan saya, baik yang saya nilai sudah lebih berpengalaman maupun lebih sukses dari saya ataupun teman teman yang saya anggap biasa saja.

Dari sekian banyak orang yang saya tanya dan konsultasi, ada 2 orang yang pendapatnya ingin saya bahas di sini. Yang pertama adalah teman yang sudah cukup lama saya kenal sejak saya kuliah dulu, yang kariernya sangat bagus, seorang peraih penghargaan mahasiswa teladan di kampusnya dulu, pernah jadi dosen tamu di salah satu universitas di Jepang, dan saat itu dia menjadi salah satu top eksekutif di salah satu perusahaan retail papan atas di Indonesia. Selain menanyakan pendapatnya tentang bisnis yang akan saya buka, dia juga saya tawarkan kesempatan untuk menjadi salah satu investor di bisnis tersebut. Tapi saat itu, bukannya komentar positif atau semangat dan support yang saya dapat, tapi lebih banyak pendapat dan pemikiran yang kurang mendukung dan lebih banyak melihat dari sisi negatifnya, kalau nanti bisnisnya begini bagaimana, kalau nanti bisnisnya begitu gimana? Dan akhirnya saya pulang dari rumahnya dia, malah bukan menjadi lebih semangat, tapi jadi bingung dan ragu ragu untuk buka bisnis tersebut……

Teman saya yang kedua, adalah seorang yang berasal dari keluarga berada, sempat bersekolah di US, dan saat itu menjadi salah satu top leader di sebuah perusahaan direct selling terkenal. Dalam sebuah kesempatan yang dia pergunakan untuk mem’prospek’ saya untuk bergabung dalam memasarkan produk perusahaannya, saya sempat mengemukakan rencana saya untuk membuka bisnis tersebut. Dan reaksi dia waktu itu kurang lebih, intinya tidak terlalu mendukung, malah secara tidak langsung menjatuhkan tipe bisnis yang akan saya buka, dan lebih mempromosikan jenis bisnis yang diterjuni olehnya saat itu. Sepulang dari pertemuan tersebut, saya malah jadi bimbang dan ragu ragu akan rencana saya buka bisnis.

Tapi untungnya, selain 2 orang teman saya diatas, saya juga bertanya dengan banyak orang lain yang sudah sukses membuka jenis bisnis sekolah musik seperti yang akan saya dirikan. Dan saya bisa menyimpulkan dari pertemuan dengan mereka bahwa bisnis sekolah musik adalah sebuah bisnis yang prospektif dan sangat menguntungkan. Dan akhirnya saya putuskan buka, dan ternyata memang hasilnya sangat menguntungkan. Untung saya akhirnya mengikuti saran yang tepat dari orang yang tepat.

Pernahkah anda mengalami situasi mirip seperti yang pernah saya alami diatas?? Dimana saat anda menemukan sebuah peluang bisnis, investasi atau peluang belajar sesuatu hal yang baru, dan kemudian anda berusaha meminta pendapat orang disekeliling anda, tetapi bukannya membuat anda jadi lebih bersemangat, tapi malah membuat anda tambah bingung, atau bahkan lebih buruknya membuat anda mem”buang” ide dan peluang tersebut dari pikiran anda? Dan kemudian beberapa waktu kemudian anda menyesali diri anda, mem’bodoh-bodohkan’ diri anda sendiri, karena sudah telanjur mengikuti pendapat yang salah dari orang yang tidak tepat. Karena ternyata ada orang lain yang membuka bisnis yang sama dengan yang tadinya anda ingin buka, ditempat yang tadinya anda rencanakan, dan akhirnya sukses besar.

Dari berbagai pengalaman yang saya alami, kita harus berhati hati dalam mengajukan pertanyaan, selain harus mengajukan pertanyaan dengan tepat, kita juga harus bertanya pada orang yang tepat. Jika kita ajukan pertanyaan yang tepat pada orang yang salah, maka hasilnya pasti tidak sesuai dengan harapan kita. Demikian pula jika kita mengajukan pertanyaan yang tidak tepat pada orang yang tepat sekalipun, maka bisa bisa jawaban yang salahlah yang kita dapat.

Atau ilustrasi sederhananya seperti ini, jika anda ingin membuka usaha jenis otomotif bertanyalah dengan pertanyaan yang tepat pada orang yang memang sudah sukses di bidang usaha otomotif, jangan pernah bertanya pada seorang yang sukses membuka usaha di bidang kuliner. Atau jika anda ingin belajar memanfaatkan daya ungkit dalam berbisnis atau berinvestasi, bertanyalah pada orang yang memang sudah berhasil memanfaatkan daya ungkit untuk kemajuan bisnis maupun investasinya.

Demikian pula dalam berinvestasi property dengan menggunakan daya ungkit, bertanyalah dengan pertanyaan yang tepat, pada orang yang tepat, yang sudah terbukti sukses. Saya seringkali menerima pertanyaan dari teman teman yang dari caranya bertanya, saya tahu teman teman ini sudah pernah bertanya atau menerima pendapat dari sumber yang kurang tepat, sehingga dari caranya bertanya cenderung bukan bertanya untuk belajar, tapi malah “mempertanyakan”, akibatnya yang rugi malah mereka sendiri, karena telah membuang kesempatan bagus dan menutup diri terhadap salah satu dari banyak cara berinvestasi di properti, yaitu dengan menggunakan daya ungkit.

Maka kesimpulannya berhati hatilah dalam bertanya dan berguru, salah bertanya pada orang yang tidak tepat atau guru yang tidak tepat….malah bisa tersesat di jalan investasi properti yang kurang tepat.. Lebih baik berhenti sejenak, sambil mencari orang atau guru yang lebih tepat, daripada bertanya pada orang atau guru yang tidak tepat, tapi malah jadi tambah tersesat.

Salam Sukses Berkelimpahan,

Joe Hartanto

www.PropertyCashMachine.com

“Tempatnya belajar cara CERDAS membangun kekayaan melalui property TANPA MODAL”

Follow ME on Twitter : @JoeHartanto

Facebook Page : facebook.com/joehartanto

MERDEKA atau MATI!!

Bulan Agustus yang lalu, baru saja kita bangsa Indonesia merayakan kemerdekaan Negara yang ke 66 tahun. Seperti yang kita ketahui bersama dari pelajaran sejarah, cerita dan film yang kita tonton, para pejuang dan pahlawan bangsa kita, dalam merebut kemerdekaan Indonesia, mereka berjuang habis habisan dan mempunyai tekad yang sangat kuat untuk menghirup udara kebebasan – kemerdekaan, sehingga mereka mempunyai semangat juang dan slogan “MERDEKA atau MATI”. Dengan semangat itu, disertai tekad yang kuat, serta kegigihan yang luarbiasa, walaupun dengan segala keterbatasan persenjataan yang ada, akhirnya bangsa Indonesia berhasil mencapai apa yang dicita citakan, menjadi bangsa yang bebas merdeka pada tgl 17 Agustus 1945.

Seperti layaknya sebuah bangsa yang berjuang untuk meraih cita cita kebebasan dan kemerdekaannya, demikian pula kita sebagai individu, tentunya mempunyai cita cita untuk mencapai kemerdekaan, kebebasan dalam bentuk uang dan waktu. Seperti yang saya ceritakan dalam tulisan tulisan saya sebelumnya , maupun di buku Property Cash Machine, setelah melalui proses perjuangan, akhirnya saya dan istri berhasil mewujudkan cita cita kebebasan uang dan waktu melalui investasi property dan bisnis. Proses perjalanan yang kami lakukan sampai mencapai tahap ini adalah sebuah proses perjalanan yang mirip dengan para pejuang bangsa Indonesia saat meraih dan mewujudkan impian kemerdekaan bangsa Indonesia 66 tahun yang lalu, bermodalkan impian yang besar, semangat yang besar, tekad yang kuat serta kegigihan yang luarbiasa untuk menghadapi berbagai tantangan di dalam proses perjalanan meraih kebebasan uang dan waktu yang kami impikan.

Saat ini saya ingin bertanya dari hati yang tulus pada anda :

Sudahkah anda mempunyai impian untuk Merdeka dalam hal uang dan waktu? Ketika anda menjawab sudah.

Pertanyaan saya selanjutnya adalah, beranikah anda berjuang mewujudkannya dalam hidup anda? Ketika anda menjawab berani.

Pertanyaan saya selanjutnya adalah, sudahkah anda memiliki tekad kuat serta kegigihan yang luarbiasa untuk menghadapi berbagai tantangan yang akan anda hadapi? Jika anda menjawab sudah………maka selanjutnya saya akan berkata ; BUKTIKAN pada diri anda sendiri, buktikan pada keluarga anda, bahwa anda mampu mewujudkan kemerdekaan uang dan waktu dalam hidup anda.

Saya tahu, saat ini sebagian dari anda, mungkin didalam dirinya akan berkata seperti ini…… ya tapi bagaimana caranya? Situasi saya saat ini sedang tidak mendukung, keluarga saya tidak mendukung saya, kondisi keuangan saya tidak mendukung, pekerjaan saya tidak mendukung, orangtua saya tidak mendukung, dll.

Pertanyaan saya adalah : apakah para pejuang bangsa kita, saat mereka berjuang dilengkapi dengan persenjataan super muktahir, ataukah hanya apa adanya dengan senjata rampasan, bambu runcing, golok, pedang, dll? Apakah mereka sudah memakai seragam, topi baja, sepatu boot dan rompi anti peluru……atau hanya berpakaian apa adanya dengan hanya ikat kepala merah putih, dan sepatu bolong, sandal atau bahkan tanpa alas kaki.

Sama seperti kondisi kami (saya dan istri) saat berjuang mewujudkan kemerdekaan uang dan waktu, kami bukan berasal dari keluarga kaya yang dapat memberi modal usaha, kami pendatang di Jakarta, yang hanya bermodalkan apa adanya. Bahkan modal yang ada, hasil tabungan kerja kerasnya kami, sempat ludes karena kami bangkrut habis habisan di tahun ‘99 dan 2000. Tapi kami tetap yakin dan percaya bahwa kami bisa dan berhak untuk merdeka, sehingga kami tetap berjuang, bahkan saya sampai sempat berpisah jauh selama 2 tahun dengan istri dan anak kami. Sampai akhirnya kami berhasil mencapai apa yang kami impikan melalui Property Cash Machine system, sebuah strategi membangun kekayaan melalui property TANPA MODAL.

Nah jika para pejuang bangsa kita bisa mewujudkan impian kemerdekaan Negara kita dengan segala keterbatasannya pada waktu itu, jika saya dan istri bisa mewujudkan impian kebebasan kami dengan segala keterbatasan dan tantangan yang kami hadapi waktu itu, jika para teman alumni workshop PCM bisa berhasil mewujudkan impiannya melalui Property Cash Machine Sistem, maka saya yakin dan percaya anda juga pasti bisa.

Seperti Negara Indonesia, yang walaupun sudah merdeka selama 66 tahun, tapi sampai saat inipun bangsa kita tetap berjuang, untuk mencapai tahapan tahapan selanjutnya, untuk menjadi bangsa yang jauh lebih baik lagi, saya dan istripun , sampai saat ini masih tetap konsisten melakukan investasi untuk mengembangkan diri kami dan mencapai impian impian kami yang lainnya.

So, teman teman….. tetaplah yakin akan impian anda, tetaplah berjuang untuk mewujudkannya, tetaplah berjuang untuk lebih berkembang lagi, untuk lebih baik lagi, mencapai apapun impian anda dan keluarga anda. Dan andapun bisa mengikuti apa yang kami lakukan dengan membaca dan mempraktekkan apa yang sudah dibagikan di buku “Property Cash Machine” dan buku “Properti TANPA MODAL, 60 hari UNTUNG 1 Milyar”. Dan jika anda memerlukan bimbingan serta konsultasi langsung dengan saya, bergabunglah dengan workshop Property Cash Machine yang biasanya kami selenggarakan. MERDEKA!!

Salam Sukses Berkelimpahan,

Joe Hartanto

www.PropertyCashMachine.com

“Tempatnya belajar cara CERDAS membangun kekayaan melalui property TANPA MODAL”

Follow ME on Twitter : @JoeHartanto

FB Fans Page : facebook.com/joehartanto

Menyulap orang tak bermodal jadi MILYADER

“Banyak cara untuk menjadi Milyader. Bila tak punya modal seperti para pengusaha besar umumnya, cara cerdas Joe Hartanto bisa menjadi rujukan. Ia bahkan telah menjadi Milyader tanpa harus memiliki modal” demikian tulisan pembuka dalam liputan utama tentang saya, di majalah PENGUSAHA edisi terbaru bulan September 2011.

Untuk membaca liputan selengkapnya anda bisa klik pada gambar di bawah ini untuk membacanya dalam ukuran yang lebih besar dan lebih jelas:

Salam Sukses berkelimpahan,

Joe Hartanto dan team
www.PropertyCashMachine.com
“Tempatnya belajar cara CERDAS membangun kekayaan melalui properti TANPA MODAL”
Follow my Twitter : @JoeHartanto
FB Fans Page : facebook.com/joehartanto

Shhhh….Cukup Sudah!

Wow tak terasa bulan puasa sudah memasuki minggu ke 4 di bulan Ramadhan ini, sebentar lagi sebagian besar dari kita akan merayakan hari kemenangan, hari Iedul Fitri.

Untuk sebagian dari kita yang saat ini sedang menjalankan ibadah puasa , saya berharap puasanya berjalan dengan lancar dan membawa berkah serta manfaat yang besar. Amin

Sssstt… saya ingin bagikan sebuah  rahasia di sini.

Mau kan ?

Sebelum saya buka rahasia tersebut,  saya ingin cerita sedikit dulu ya…

Hmm….. cerita bermula dari yang nama nya Waktu.

Tanpa terasa hari terus berjalan dan sekarang sudah hampir memasuki akhir tahun 2011…tinggal 4 bulan lagi akan kita ucapkan selamat tinggal 2011 dan selamat datang 2012.

Apa yang sudah anda lakukan selama 8 bulan berjalan selama ini ?

Apakah anda sudah melakukan sesuatu hal yang luar biasa untuk mendukung kesuksesan masa depan yang anda impikan ?

Apakah anda sudah benar2 berjalan di jalur rel yang benar yang  menuju pada pencapaian impian anda?

Sudah atau belum ?

Silahkan anda jawab sendiri  dari lubuk hati anda terdalam

Terkadang  banyak orang tidak menyadari telah terlena dan terjebak ke dalam pemikiran yang hanya membuat mereka  akan makin terpuruk.

Kadang mereka juga  berpikir hal2 yang hanya akan membuat mereka makin terseret ke arus bawah yang saya akan anggap sebagai arus tanpa harapan.

Di dunia investasi  properti yang saya lakukan sekarang dan di dunia pekerjaan lainnya ada rahasia yang sangat jarang diketahui oleh orang2 yang berkecimpung di dalamnya.

Untuk sukses dalam dunia yang kita tekuni selain diperlukan ketrampilan atau skill2 tertentu ternyata ada rahasia yang selalu dipraktekkan oleh orang orang yang sukses.

Rahasia untuk sukses itu adalah, HATI dan PIKIRAN harus SELARAS atau bahasa umumnya FOKUS.

Beberapa waktu yang lalu saya sempat katakan pada salah satu team saya agar dia fokus terhadap apa yang sedang dia kerjakan karena hanya dengan fokus lah maka pekerjaan akan terselesaikan dengan baik.

FOKUS bisa terjadi dengan baik, ketika HATI dan PIKIRAN SELARAS alias sejalan.

Ketika anda merasa dalam kondisi yang sedang tidak fokus…segeralah mundur sebentar…cari tahu apa yang terjadi, selaraskan hati dan pikiran dan kemudian maju kembali ke jalan yang benar…hehehe

Jangan biarkan diri anda terlena dengan ketidak fokusan,  kondisi yang hanya membuat anda berjalan di tempat bahkan mundur.

Ssshhhh !!! Cukup Sudah !

Jangan sampai ketinggalan kereta gara gara tidak fokus…..setuju kan teman2.

Ketrampilan itu penting sekali , strategi investasi di dunia property yang saya ajarkan juga penting sekali untuk berhasil  mendapatkan property hotdeal.  Tetapi selain itu juga yang terpenting adalah pikiran fokus yang selaras dengan hati anda.

Waktu terus berjalan , jangan biarkan tahun 2011 ini berlalu begitu saja, tanpa anda mendapat pencapaian yang berarti di dalam hidup anda. Tetaplah Fokus mencapai dan mewujudkan impian impian anda.

Salah satu impian banyak orang adalah mencapai KEBEBASAN Uang dan Waktu. Dan salah satu cara mewujudkannya adalah melalui investasi property. Property Cash Machine system yang saya praktekkan dan ajarkan selama ini telah terbukti berhasil mewujudkan impian impian saya dan banyak teman teman lainnya. Bagi teman teman yang belum sempat membaca buku pertama saya  “Property Cash Machine” dan buku ke dua “Property Tanpa Modal, 60 hari, Untung 1 Milyar”, saya anjurkan segeralah baca dan pelajari, dan bagi teman teman yang sudah membacanya , segeralah praktekkan! Dan bagi sebagian dari anda yang ingin dibimbing oleh saya secara pribadi selama 2 hari+3 bulan, segera kosongkan waktu anda tgl 1-2 Oktober 2011, untuk bergabung di workshop Property Cash Machine batch 30.

Ketika nanti saya kembali mengadakan kelas Property Cash Machine di tgl 1-2 Oct 2011 ini , saya sudah tidak sabar untuk melihat wajah2 peserta yang antusias untuk segera mewujudkan impian impian mereka melalui property, karena saya juga sangat antusias untuk membagikan rahasia rahasia di dunia investasi property  kepada mereka. Pertanyaan saya selanjutnya adalah, apakah salah satu diantara mereka itu ada diri anda? Apakah anda siap mewujudkan impian impian anda melalui investasi property? Jika anda sudah siap, sampai jumpa di kelas Property Cash Machine!

Kaya Mendadak???

“Saya Tidak Punya uang pak !!! ……dan tidak punya modal untuk menjalankan bisnis property yang menghasilkan pak !!!”

Demikian salah satu dari sekian banyak email yang saya terima.

“Saya masih seorang pegawai rendahan pak , tidak punya modal untuk berbisnis , tidak bisa ikut karena saya masih banyak hutang pak , saya sedang dikejar2 debt collector pak , saya sudah banyak belajar ilmu tentang property,  tapi belum sukses2”

Dan masih banyak email senada lainnya, yang biasanya  di akhir email terkadang terselip permintaan tolong agar mereka bisa keluar dari jeratan2 tersebut dengan cara ingin belajar di kelas Property Cash Machine .

Saya selalu berterus terang bahwa, bahkan di kelaspun  saya selalu tekankan secara khusus bahwa  Property Cash Machine sistem  yang saya lakukan dan ajarkan, bukanlah “get rich quick scheme program“ alias bukan  “program kaya mendadak“ dan  saya tidak bisa membantu teman2 sekalian yang terjebak dalam masalah yang disebutkan diatas selama mereka masih  fokus terhadap masalah-masalah mereka tersebut.

Dengan kendala-kendala seperti itu , tentu ada hal-hal yang harus kita lakukan di awal.

Oh ya apa itu ?

Anda benar-benar mau melakukannya ?

Yakin mau melakukannya ?

Oke baiklah…

Pertama tama STOP berfokus terhadap masalah yang saat ini menimpa anda.

Alasan utama saya saat pertama kali menyelenggarakan workshop Property Cash Machine di bulan Maret 2008 adalah karena keprihatinan saya melihat dan mendengar banyak kasus yang sama seperti hal yang di atas saya sebutkan. Yang jika saya amati disebabkan karena ketidak tahuan, karena kesembronoan, karena kepedean, karena belajar yang setengah tengah sudah langsung action.

Kalau sudah telanjur terjerumus, tetap hadapi, walau sambil terseok seok sekalipun, dan ubah fokus pada solusi, fokus pada bisnisnya bukan pada masalah atau hutangnya, fokus pada jalan keluar yang selalu ada.

Biasanya kebanyakan orang yang menghadapi masalah seperti ini, pada umumnya mereka mengeluh, menggerutu, menyalahkan diri sendiri, menyalahkan orang lain, menyalahkan nasib, dll….. akibatnya adalah mereka bukannya melihat jalan keluar yang ada didepan mata, tapi semua jalan seakan akan terlihat buntu. Mengapa mereka tidak melihat jalan keluar? Karena fokus pada masalahnya, karena itu stop fokus pada masalahnya.

Kemudian langkah kedua adalah : Lakukan action sekecil apapun, fokus pada saat ini, apapun yg dilakukan saat itu. (Rubah fokus dari masalah, ke solusi)

Nah langkah berikutnya yang ketiga, adalah :  mulailah belajar untuk menyisihkan pendapatan , berapapun yang  disisihkan, bukan masalah besar kecilnya, tapi ini adalah latihan disiplin dalam mengatur keuangan,  kebiasaan yang  akan melatih pikiran bawah sadar untuk disiplin dan sekaligus sebagai langkah awal menuju kesuksesan selanjutnya.

Kadang kebanyakan orang selalu beralasan bahwa karena pendapatan mereka sedemikian kecilnya boro2 nabung untuk makan saja sulit karena pengeluaran yang besar.

Kembali lagi saya jelaskan, ini bukan masalah besar kecilnya ,tapi ini adalah untuk menimbulkan kebiasaan positif yang baru, tabung, sisihkan berapapun penghasilan anda, walau awalnya hanya 1000 rupiah sekalipun. “BerInvestasilah untuk menjadi KAYA, bukan menjadi kaya baru berinvestasi”

Lalu biasanya timbul  pertanyaan berikutnya lagi…

“Lah pak , modal saya kan tidak ada , bagaimana saya bisa menjalankan bisnis property ?

Saya modalnya kecil , apa bisa pak menjalankannya ?”

Pesan saya adalah “Jangan pernah menjadikan alasan dana atau modal yang kecil bahkan nol alias kosong sebagai penghambat anda untuk memulai  bisnis atau investasi property. Saya sendiri selama ini tidak pernah menjadikan keterbatasan saya sebagai alasan, justru dengan keterbatasan saya itulah, yang memicu saya untuk melakukan proses berpikir kreatif, sehingga timbullah Property Cash Machine system – sebagai strategi saya untuk melakukan bisnis dan investasi properti TANPA MODAL.”

Telah banyak dari alumni-alumni workshop Property Cash machine yang akhirnya bisa mewujudkan impian mereka dengan mempraktikkan apa yang saya ajarkan.

Dibawah ini ada beberapa  beberapa  komentar  yang saya terima dari teman teman alumni… yang saya anggap akan lebih membuat teman teman terinspirasi……..

Gunawan said:

Saalaaam Sukses Luuuaaar Biaasaa P.Joe. Tehnik Visualisasi yang diajarkan di seminar PCM P.Joe memang luuuaaar biaaasaa,terbukti Ilmu tsb Saya praktekkan langsung setelah selesai mengikuti Seminar PCM P.Joe.Saya Visualisasikan sudah membeli Rumah. Terus Saya Visualisasikan,Saya Sekeluarga membersihkan Rumah Impian tsb, setelah selesai, Saya sekeluarga bercanda ria diruang tamu sambil ngopi dengan kue favorit saya.Tehnik Visualisasi tsb terbukti Sakti Mandraguna, karena hanya dalam kurun waktu 3 bulan,Saya berhasil membeli Rumah Impian tsb. Karena itu, Praktekan Ilmu yang kita dapat di seminar NOW OR NEVER.Kata pepatah “Pesimis mengarah pada kelemahan,Optimis mengarah pada Kekuatan” Salam Sukses buat P.Joe & Keluarga beserta Team PCMnya, terima kasih.
Gunawan(PCM 23)

Adi said:

Sukses selalu pak Joe… Sy sugeng riyadi, alumni PCM angk 25 (3-4 Des ’10). Alhamdulillah, hari Senin tgl 2 Mei 2011 kemarin saya sudah berhasil membeli 1 property yg kebetulan berbentuk rmh kos 22 kmr senilai 700jt. Ini berkat ilmu yg sy pelajari selama workshop. Terima kasih atas ilmunya pak Joe…

Rudiyanto said:

Saya juga mau sedikit sharing tentang pengalaman saya. Kondisi saya sekarang terjerat dengan bad debt, sampai sekarang pun saya masih belum bisa melunasinya. Terlalu banyak mencoba berbagai bidang usaha, tanpa BELAJAR terlebih dahulu, membuat saya mempunyai bad debt.

Ilmu pak Joe mengajarkan bagaimana mengelola hutang menjadi good debt, bukan bad debt seperti yang saya lakukan di masa lalu. Setelah mengikuti workshop, mental saya ditempa lagi untuk mempunyai keyakinan bahwa saya bisa berinvestasi di bidang properti walaupun saya masih dalam keadaan ada bad debt.

Donald Trump, mbahnya investor properti di Amerika pun, pernah punya bad debt pribadi yang besarnya sampai ratusan juta dollar. Namun karena pengalamannya, dia berhasil melunasi semuanya dengan baik. Dan sekarang masih berhutang untuk memperbanyak jumlah investasinya di properti. Jika dia berhenti action dan hanya memerenungi nasib saja, saya yakin kita semua tidak akan pernah mendengar nama besarnya lagi sekarang.

Sharing saya yang lain, jangan menyerah dengan kondisi kita yang sedang dalam kesusahan apapun. Lebih baik kita maju terus untuk hidup yang lebih baik. Saya yakin dengan adanya bimbingan dari pak Joe, niscaya kita bisa mengelola hutang menjadi good debt dalam berinvestasi properti.

Salam sukses,
Rudiyanto

Semoga artikel ini membantu mengingatkan Anda semua untuk selalu fokus pada solusi bukan pada masalahnya. Ada banyak hal yang bisa kita lakukan untuk merubah kehidupan kita menjadi lebih baik.  Salam sukses selalu untuk Anda!!

HARAM hukumnya….

Dalam sebuah kesempatan seminar, diawal seminar saya mengatakan demikian “Dari pengalaman saya belajar dan mengajar selama ini, ternyata banyak orang yang ikut dari satu seminar ke seminar yang lain, menghabiskan biaya yang tidak sedikit,  bahkan yang gratis pun sampai diikuti berkali-kali tapi belum mendapatkan hasil sesuai yang dipelajari”.

“Lho…. apa maksud dari pernyataan anda tersebut pak Joe, kok saya merasa tersindir ?” ada yang bertanya seperti itu ke saya

Eits , Jangan salah paham, saya bisa mengatakan demikian selain dari pengamatan saya terhadap perilaku banyak peserta seminar seminar  yang lain, juga hasil dari pengalaman saya sendiri. Saya juga dulu seperti itu, pergi dari satu seminar ke seminar lainnya, tapi kehidupan ekonomi saya belum juga menampakkan perubahan yang berarti.

Nah,  apa sih yang membedakan antara orang2 yang kemudian berhasil dan orang-orang yang masih begitu-begitu saja kehidupannya???

Umumnya jawaban kebanyakan orang bahkan pembicara motivasi sekalipun adalah TAKE ACTION. Tapi  ……… kok ada juga yang sudah take action bahkan kerja sampai habis-habisan dari pagi sampai malam tetap tidak berubah juga  kehidupannya.

Apa yang salah ya?

Ketika saya pulang dari Amerika tahun 2003, saat itu saya sudah bertekad bulat untuk berbisnis , tapi memang ternyata tidak mudah menemukan dan akhirnya selama 1,5 tahun menjadi “pengangguran” sambil  belajar banyak ilmu dan ikut bermacam-macam seminar.  (baca juga artikel saya lainnya yang berjudul “Investasi terbaik di dunia”) Nah di sinilah letak kesamaan saya dengan orang-orang yang sudah ikut bermacam-macam seminar yaitu adalah saya mempunyai perasaan bingung dan tidak tahu bagaimana memulai serta darimana memulainya.

Dalam proses pencarian tersebut itu  saya juga belajar suatu teknik yang akhirnya bisa mendorong saya untuk segera bertindak dan hingga akhirnya berhasil mewujudkan mimpi mimpi saya.

Tehnik apakah itu? Tehnik Visualisasi namanya.

Apaan tuh? Mungkin banyak juga dari Anda yang belum tahu apa itu?  Jangan kuatir karena pastinya teknik tersebut saya ajarkan juga untuk peserta workshop saya . Jika anda belum berkesempatan ikut workshop Property Cash Machine, tehnik Visualisasi ini bisa anda lakukan dengan membayangkan dan mengimajinasikan impian impian yang ingin anda wujudkan secara rutin.

Biasanya di hari pertama workshop Property Cash Machine akan saya ajarkan teknik Visualisasi yang telah membantu saya dan banyak alumni untuk berhasil dalam mempraktekkan ilmu yang telah mereka pelajari. Mengapa demikian? Karena justru  teknik Visualisasi inilah yang seharusnya pertama-tama di ajarkan dan dikuasai oleh banyak orang yang dalam perjalanan mewujudkan impiannya, sebab akan percuma saja, jika seseorang mengetahui dan mempelajari banyak hal tapi tidak menguasai tehnik Visualisasi ini.

Mengapa saya berpendapat seperti itu? Karena dalam perjalanan mewujudkan impian, kita semua pasti akan menghadapi  banyak tantangan. Nah  tehnik Visualisasi inilah yang akan banyak membantu  memperkuat impian kita dalam menghadapi tantangan tantangan tersebut serta menghilangkan mental blok yang menghalangi kesuksesan kita.

Nah teman-teman, itulah salah satu tehnik pemberdayaan diri yang akan anda pelajari di workshop Property Cash Machine selain tentunya tehnik dan strategi lainnya seperti:

  • Strategi mendapatkan hot deal properti.
  • Strategi menghitung nilai properti secara akurat.
  • Strategi menaikkan nilai properti.
  • Strategi negosiasi dalam membeli ataupun menjual properti.
  • Strategi pembiayaan untuk membeli properti yang diatas kemampuan keuangan kita.
  • Strategi pengelolaan properti yang telah dibeli.
  • Strategi menjual properti untuk take profit.
  • Strategi pelipatgandaan investasi properti Anda
  • Dan banyak lagi strategi lainnya.

Jadi mungkin itu pula yang menyebabkan banyak sekali komentar dan testimoni dari para peserta yang mengatakan bahwa workshop Property Cash Machine, bukan sekedar workshop motivasi, tapi juga bukan sekedar workshop properti, tapi ini adalah workshop yang menggabungkan antara ilmu properti dan motivasi. Karena sekedar belajar motivasi, tanpa tahu strategi terapannya, hasilnya tidak maksimal, tapi demikian pula belajar strategi terapan tanpa motivasi yang tepat juga tidak maksimal. Maka itu Anda harus belajar dan mendapatkan ke dua-duanya.

Dan perlu Anda ketahui strategi-strategi ini bukan hanya sekedar teori atau wacana yang tidak bisa dipraktekkan. Semua yang saya ajarkan adalah hasil dari pengalaman pribadi di lapangan, dan juga pengalaman teman teman alumni lainnya yang sudah  terbukti berhasil.

Bagi saya adalah HARAM hukumnya jika saya mengajarkan sesuatu ilmu atau strategi yang belum teruji dan dipraktikkan. Jadi sekali lagi saya pertegas, di dalam workshop Property Cash Machine, saya hanya mengajarkan strategi dan tehnik yang sudah teruji dan terbukti.

Semoga saya bisa segera bertemu dengan anda  di workshop Property Cash Machine berikutnya. Sampai jumpa di puncak kesuksesan!

Tuntutlah Ilmu Sampai ke Negeri China

Selama ini saya banyak mendapat email dari pembaca buku yang nadanya kurang lebih seperti ini : “Pak Joe, kenapa kebanyakan workshopnya selalu diadakan di Jakarta? kapan adakan workshop di kota saya? Kalau pak Joe adakan di kota saya, saya kan bisa ikut, Jakarta terlalu jauh bagi saya, kenapa adakan workshop tidak di bulan, di hari ini saja? …..etc …etc….etc”  Dan selalu saya akan menjawab dengan mengarahkan penanya tersebut untuk ikut saja workshop yang di Jakarta, karena saya tidak ada rencana untuk adakan workshop di kota tersebut.

Mengapa demikian?  Karena dalam belajar, saya memegang  2 prinsip ini : 1. “Guru akan datang, jika seorang murid sudah siap”. Siap disini dalam artian siap belajar baik mental maupun materi. Artinya adalah ketika si murid belum siap, maka sekalipun gurunya datang ke muka pintu rumah dia sekalipun, maka si murid tidak akan menyadarinya dan tidak akan mendapat manfaat apapun. Dan yang ke  2.  Ilmu yang bagus dan bermanfaat, akan dikejar dimanapun dia berada (diujung dunia sekalipun) sama seperti yang diajarkan oleh nabi Muhammad SAW, “Tuntutlah ilmu sampai ke negeri China”

Dua prinsip diatas saya terapkan dalam hidup saya, maka dari itu ketika saya mendengar ada guru yang hebat, atau ilmu yang bagus dan itu membawa manfaat yang besar bagi hidup saya serta orang orang di sekeliling saya, maka saya akan kejar dimanapun berada, dengan cara apapun, dengan biaya berapapun.

Dari pengalaman saya belajar dari banyak orang, bertemu dengan banyak orang dan mengajar banyak orang, saya menyimpulkan bahwa ketika seseorang menjadikan jarak, lokasi, waktu, harga dan lain lain, sebagai alasan untuk tidak melangkah, maka sudah bisa ditebak hasilnya bahwa sebenarnya semangat atau niat orang tersebut untuk meraih impian kesuksesannya dibidang tersebut rendah. Lho kok gitu? Ya jelaslah….Lha kalau jarak, waktu, lokasi, harga dan lainnya saja dijadikan alasan……. Ya gimana orang tersebut menghadapi tantangan lainnya dalam proses perjalanan menuju kesuksesannya. Karena ciri utama orang gagal adalah….. banyak alasan, apapun bisa dijadikan alasannya.

Karena itu saya sangat senang sekali ketika ada para peserta workshop yang datang jauh dari luar Jakarta, karena itu menunjukkan semangat  dan niat besar mereka  untuk belajar dan menjadi sukses.

Sampai workshop Property Cash Machine angkatan 26 yang lalu, rekor  peserta terjauh  selama ini dipegang oleh pak David Roring dari Papua dan pak Wahyu dari Aceh. Ternyata di workshop angkatan 27 yang baru saja berakhir,  berhasil  dipecahkan oleh 3 rekan peserta sekaligus yang tinggal dan bekerja di luar negeri….ya benar dari luar Indonesia.

Mereka adalah pak Giyatno Hariwasito yang berprofesi sebagai engineer yang saat ini bekerja di Dubai , pak Denny Syaefudin yang juga berprofesi sebagai engineer  dan bekerja di  Abu Dhabi , serta ibu Vaya Mahdia, seorang ibu rumah tangga yang tinggal di Kuwait mendampingi suami yang bertugas di sana.

Sungguh saya kagum terhadap mereka sekaligus juga bangga terhadap mereka karena mereka mau mengorbankan waktu dengan mengambil cuti dan  pastinya juga mengeluarkan  biaya yang tidak sedikit baik untuk pesawat terbang serta akomodasi selama mengikuti workshop. Dan yang pasti mereka juga tidak menjadikan jarak, waktu serta biaya sebagai alasan mereka menunda kesuksesan mereka. Salut!!

Hal ini menunjukkan semangat dan komitmen  untuk sukses yang sangat besar pada diri mereka. Karena semangat dan komitmen adalah faktor penting  yang dibutuhkan dalam proses perjalanan menuju kesuksesan.  Selain faktor lainnya seperti persistensi dan bimbingan serta konsultasi dengan mentor.

(kiri ke kanan : Giyatno Hariwasito, Joe Hartanto , Vaya dan Denny Syaefuddin)

Inilah komentar mereka setelah selesai mengikuti Workshop Property Cash Machine :

“Kalo Anda lahir dalam keadaan miskin itu bukan salah Anda,tapi kalo Anda mati dalam keadaan miskin itu mutlak kesalahan Anda. Workshop PCM inilah jalan terbaik untuk meraih kekayaan Anda atau untuk mendapatkan Financial Freedom dan kebebasan waktu yang sesungguhnya!”
—Denny Syaefudin , Engineer, Abu Dhabi

“Dengan keyakinan pada diri sendiri serta dengan dukungan mentoring maka akan lebih mudah untuk melangkah.”  Giyatno Hariwasito, Engineer, Dubai

“Saya bersyukur bisa hadir di workshop Property Cash Machine, karena itulah saya dapat  mengetahui  banyak mental blok dalam diri saya yang membelenggu saya selama ini dan akhirnya terkikis. PCM mengajarkan pada saya HOW TO ACTION dengan jelas. BRAVO PCM !!!” Vaya Mahdia Izzaty, ibu rumah tangga, Kuwait

So teman teman , jika anda ingin mewujudkan kesuksesan anda, contohlah semangat dan komitmen ke 3 teman diatas. Dan yang paling penting adalah pegang erat erat prinsip yang satu ini…… JANGAN BANYAK ALASAN!!

Salam sukses luarbiasa dan NANTIKAN!!  buku  berikutnya dari Joe Hartanto yang akan segera terbit dengan judul “Properti Tanpa Modal, 60 hari, Untung 1 Milyar (Kumpulan kisah inspiratif untuk mendukung perwujudan impian memiliki Property Cash Machine)

Jangan Pernah BerHUTANG!!!

Jangan pernah berHUTANG!!! Semakin banyak hutang ……semakin susah-lah, ….. semakin terjerat rentenir-lah, …… semakin tidak berwibawa-lah, ….. bikin hidup susah-lah…dll.  Itulah “nasehat-nasehat ” yang sering kita dengar sejak kecil sampai sekarang, dari orang tua kita, paman kita, saudara kita, tetangga kita,…. dari teman kita, bahkan kucing kita juga kalo bisa berbicara, pastilah “nasehat”nya juga seperti itu….ha3x.

Sementara di dunia nyata….kita juga melihat kenyataan yang seperti itu, ada teman teman dilingkungan kita yang hidupnya jadi sulit, karena mempunyai hutang. Dan pikiran kita langsung berkata….tuh kan bener kata si A, kata si B, kata si C….. kalau berhutang bisa membuat hidup kita semakin susah…, semakin terjerat……,  semakin tidak berwibawa…. dan semakin semakin lainnya yang intinya membuat hidup kita makin susah saja.

Tapi, sementara itu pikiran anda yang lain juga mengatakan, tapi kan….kata buku A, B, C , dst…dan kata si A, B, C  dst…. Kita harus berani berhutang….mana yang benar ya???

Semakin bingunglah Anda, dan semakin Anda bingung, semakin Anda tidak kemana mana, alias jalan di tempat. Semakin Anda ingin praktekkan ilmu yang anda pelajari dari A, B, C, dst, semakin kuat pula “nasehat nasehat” yang sudah tertanam di pikiran Anda sebelumnya “menahan dan menarik anda” untuk diam dan tidak praktek ilmu yang baru anda pelajari…..

Jika anda bertanya pada saya, yang benar yang mana pak Joe?, hutang itu baik atau jelek sih sebenarnya???

Saya akan jawab : Dua duanya benar, ……lho kok??  hutang itu baik…ya benar, hutang itu jelek…juga benar, nah…kan tambah bingung kan anda… dengan jawaban saya……ha3x….

Teman teman, yang benar adalah hutang itu tidak baik, juga tidak jelek,  hutang itu NETRAL. Seperti yang sering saya jelaskan pada teman teman para alumni workshop Property Cash Machine, hutang itu netral, jika saya ibaratkan hutang itu pisau didapur….. Apakah pisau itu bagus atau jelek? Jawabannya tergantung untuk apa pisau itu digunakan? Untuk memotong mangga, pisang, jambu….atau untuk nusuk tetangga atau teman kita dari belakang? Atau tergantung siapa yang pegang pisaunya? Seorang koki hotel bintang lima, atau seorang anak kecil yang masih berumur 3 tahun?

Demikian pula dengan hutang, tergantung untuk apa Anda berhutang? Berhutang untuk membuat anda tampil terlihat “seakan akan terlihat seperti orang yang sudah sukses”? supaya gengsi anda naik? supaya disayang mertua? Atau untuk berinvestasi? ….

Sebagian dari anda mungkin saat ini mengatakan dalam hati, saya kan berhutang untuk beli properti… berarti saya berhutang untuk berinvestasi….
artinya hutang saya, hutang baik dong ya….

Hmmm……. tunggu dulu? Seperti apa yang Anda maksud dengan berinvestasi properti itu? Apakah Anda sudah melakukan investasi properti dengan cara yang benar? (Silakan baca lagi artikel saya dengan judul “Kalah judi, malah dicerai istri”)

Kembali ke topik  tentang hutang. Hutang itu netral, seperti pisau, dia akan membantu dan memudahkan hidup kita, jika kita tahu bagaimana cara pergunakannya, kapan pergunakannya, dimana pergunakannya?

Jadi jangan pernah berhutang, jika hutang itu hanya untuk membuat anda “sekan akan terlihat lebih sukses” oleh orang orang disekeliling anda, inilah yang dimaksud dengan “hidup dalam ilusi”, hanya untuk beli gadget keluaran terbaru, hanya untuk beli mobil yang lebih keren, hanya untuk beli rumah yang lebih besar dan mewah untuk anda tinggali sendiri, hanya untuk liburan yang lebih jauh dari tetangga anda, atau hanya untuk membelikan mainan anak anda yang lebih bagus dari keponakan anda…….

Tapi berhutanglah sebanyak banyaknya jika anda sudah paham cara mengelola hutang, dan hutang itu anda pergunakan  untuk membeli aset yang nilainya selalu naik (tapi pastikan belinya aset lho ya…bukan keset…ha3x) dan pastikan anda dapat memanfaatkan hutang untuk kemakmuran serta kemajuan diri anda seperti yang saya ajarkan di Property Cash Machine workshop.

Jika Anda berkesempatan  hadir di workshop PCM, Anda akan tahu bagaimana cara dan besarnya upaya yang saya lakukan untuk menghilangkan mental blok atau program masa lalu di para peserta yang memiliki persepsi hutang itu jelek, punya hutang itu memalukan, punya hutang bikin sengsara dan lain-lain.

Karena jika mental blok atau persepsi seperti itu masih ada, akan sulit untuk menanamkan persepsi bahwa hutang itu netral, hutang itu bisa membawa ke kemakmuran jika dikelola dengan bijaksana dan lain-lain.

Semoga saya bisa segera berjumpa Anda di workshop Property Cash Machine berikutnya. Sukses selalu buat Anda!

Workshop Property Cash Machine Angkatan Ke-27, Jakarta 2-3 April 2011

line

line

Workshop Property Cash Machine dari pak Joe Hartanto sangat menarik dan bermanfaat , karena dalam workshop ini , selain mempelajari teknik2 dan strategi2 juga ditanamkan keyakinan bahwa semua peserta pasti bisa sukses.Dalam hal ini , pak Joe Hartanto menunjukkan bahwa dia memang peduli dengan para peserta workshop.
—Rio Martin Juwono , Wiraswasta

line

Luar biasa , dahsyat  dan semua kata-kata yang hebat untuk PCM Workshop.Ilmu yang tidak di dapat di Universitas atau sekolah manapun.
Riza Pahlevi , Pengusaha

line

Luar biasa !!! Personal Trainer yang FULL EXPERIENCED !!! Humble and Great Person !!!
Ari Maryadi , Karyawan Swasta

line

Dengan Keyakinan pada diri sendiri dan dengan dukungan mentoring ternyata lebih mudah untuk melangkah.
Giyatno Hariwasito , Engineer , Dubai

line

Property Cash Machine ialah workshop yang benar-benar memberikan wawasan dan semangat untuk menjadi kaya raya melalui property.Workshop ini merupakan pengalaman asli pak Joe Hartanto untuk bisa memiliki impian yang dicita-citakanya.
Willy Steven , Pengusaha

line

Sebagai pembicara , pak Joe sangat sabar menjawab  & memberikan pengajaran.Air muka pak Joe dari awal sampai akhir acara tetap konsisten dan tidak terlihat capai sehingga membuat saya nyaman bertanya.
Tjandra Danny  , Wiraswasta, Cilegon

line

Workshop PCM membuka pikiran , wawasan  dan sudut pandang saya terhadap property dari sisi seorang investor.Dulunya kalau melihat property yang bagus (bernilai tinggi) saya hanya berpikir bagaimana mencari buyer yang tepat untuk property tersebut.Setelah ikut PCM , saya tahu bahwa saya juga bisa mengambil peluang-peluang bagus tersebut.Thanks a lot PCM ! God Bless U !
Eunike , Property Agen

line

Saya senang sekali mengikuti workshop Property Cash Machine.Banyak sekali ilmu yang saya dapatkan dan bisa saya praktekkan.
Harry S S , Businessman

line

Luarrr Biasa pak Joe !!! Berkat bimbingan Anda , apa yang selama ini saya belum ketahui dan pahami ternyata Anda bisa menjelaskan dengan gamblang tentang seluk beluk property.Saya tidak akan pernah melupakan jasa pak Joe yang telah memberikan keberanian kepada saya untuk take action.
Tugimin Ariwiyana , Wiraswasta

line

Saya sangat bersyukur bisa hadir di PCM ini , ternyata banyak mental blok yang selama ini membelenggu dan syukur terkikis habis.Memang diluaran banyak sekali peluang sukses jika kita melihat dari mind set yang benar,tahu caranya,terus berjuang persistence dan pasrah,saya pasti sukses sebagaimana orang lain yang sukses.PCM mengajarkan pada saya HOW TO ACTION dengan jelas.BRAVO PCM !!!
Vaya Mahdia Izzaty , Ibu Rumah Tangga, Kuwait City

line

“Kalo Anda lahir dalam keadaan miskin itu bukan salah Anda,tapi kalo Anda mati dalam keadaan miskin itu mutlak kesalahan Anda !”.Workshop PCM inilah jalan terbaik untuk meraih kekayaan Anda atau untuk mendapatkan Financial Freedom dan kebebasan waktu yang sesungguhnya!
Denny Syaefudin , Engineer , Abu Dhabi UAE

line

Workshop seperti inilah yang saya tunggu-tunggu dan saya semangat sekali mengikutinya.Mental blok yang ada selama ini sudah mencair dan saya yakin bisa mencapai dream saya untuk memiliki property dan bisnis sekaligus yang memiliki cash flow positif.
Evi Wijayanti , karyawan BUMN, Jakarta

line

Alhamdulillah.Banyak hal positif yang saya dapat di workshop ini.Semangat,pengetahuan dan impian menjadi semakin kuat dan saya dapat pengetahuan baru tentang property asset.
Supardi , Wiraswasta, Bangka

Buku Property Yang Isinya Mengecewakan

Didalam blog saya, suatu hari saya menemukan komentar dari pembaca yang  isinya kurang lebih seperti ini :

“Saya terus terang belum baca bukunya Pak Joe. Tetapi saya punya buku sejenis (best seller) yg judul dan isinya barangkali mirip2 dengan ide buku yg Pak Joe gambarkan. Sayangnya di buku itu, separuh isinya hanyalah “berita kepada kawan”, dan hanya bagian paruh akhir bukunya yang mengajarkan sebagian strategi, dengan pesan kalau ikut seminar barulah akan diajarkan semua strategi, jadi kecewa juga karena tadinya saya berharap bisa mempelajari semua strategi di buku tsb., sudah beli buku mahal ternyata hanya dapatkan beberapa strategi dari 30 strategi yang disebutkan. Saya hanya karyawan biasa di pedalaman Sumatra, sulit utk mengikuti seminar sesuai jadwal yg ada di kota2 besar tsb. Melihat cuplikan video gratisan dari Pak Joe, sepertinya cukup inspiratif. Seandainya saya beli buku/ Pak Joe, Bisakah saya dapatkan jurus2 komplit dengan membaca buku tsb tanpa ikut seminarnya dan langsung praktek, atau harus ikut workshop baru bisa menjalankan jurus2 tsb? Mohon maaf bila ada kata2 yang tidak pada tempatnya.”

Mendapat pertanyaan seperti ini, terus terang saya sedih, sekaligus senang. Sedih karena ternyata masih ada penulis buku yang” tega mengecewakan” para pembaca bukunya, senang karena ternyata para pembaca buku di Indonesia saat ini sudah banyak yang pintar dan kritis dalam menilai isi dan kualitas sebuah buku. Semoga semakin banyak para pembaca buku yang pintar dan kritis sehingga kualitas tulisan para penulis buku di Indonesia semakin baik dan semoga para penerbit semakin selektif dalam menerbitkan  buku buku yang bermanfaat bagi para pembacanya.

Saya mengerti perasaan bapak yang satu ini, dan kuatir mengalami hal yang sama ketika membeli buku Property Cash Machine, maka saya menjawab pertanyaan bapak tadi dengan jawaban ini :

“Terima kasih buat pertanyaannya pak xxx, saya senang sekali mendapat pertanyaan ini. Ada pepatah mengatakan “Don’t judge the book by it’s cover” hal ini menunjukkan bahwa banyak buku buku diluar sana yang memang hanya bagus tampaknya saja, tetapi isinya “agak mengecewakan” dan tidak sebanding dengan harga yang kita bayar. Saya sendiri seringsekali mengalami hal seperti yang bapak alami dengan buku yang “mengecewakan” tersebut. Oleh sebab itu sebelum membeli buku atau apapun juga, saya selalu membaca dulu sekilas sebelum membeli, dan melihat siapa saja yang mereferensikan buku tersebut. Jika nama nama yang mereferensikan buku tersebut adalah orang orang yang saya kenal mempunyai reputasi baik, tentunya mereka tidak akan sembarangan memberikan referensi pada sebuah buku.

Sebagai penulis buku Property Cash Machine tentunya kurang tepat jika  saya mengatakan buku yang saya tulis lebih bagus dari buku yang ” tampaknya sejenis”, maka dari itu saya persilahkan bapak untuk membacanya 2 bab awal dari buku Property Cash Machine yang saya bagikan secara gratis untuk semua orang yang ingin mengetahui terlebih dahulu isi buku sebelum memutuskan untuk membeli, silakan bapak download secara gratis di http://www.propertycashmachine.com tapi tentunya jika bapak sudah berhasil mendownload dan menonton cuplikan video saya, itu sudah cukup mewakili sebagian kecil dari apa yang saya bagikan dalam buku maupun workshop Property Cash Machine. Atau bisa juga bapak beli buku Property Cash Machine di toko buku, jika kemudian bapak merasa bahwa nilai yang bapak bayarkan sebesar Rp. 85.000, tidak sesuai dengan isi dan kualitas ilmu yang dibagikan, silakan bapak hubungi cs@joehartanto.com, kirimkan buku tersebut ke alamat kami, dan kami akan mengembalikan uang bapak Rp.85.000, tanpa pertanyaan apapun.

Dibawah ini saya sertakan beberapa komentar dari para pembaca buku Property Cash Machine, yang sedikit banyak bisa menggambarkan dan mewakili isi buku. (alamat emailnya sengaja saya tidak cantumkan untuk menjaga privasi, tetapi jika bapak membutuhkan untuk menghubungi mereka untuk membuktikan kebenarannya, saya akan mengirimkannya ke email bapak, tentunya setelah saya minta ijin dulu pada mereka) Terima kasih buat pertanyaannya. Salam Sukses pak xxx!”

“Saya mendapatkan buku PCM secara tak sengaja di suatu seminar di kota Padang. Isinya luar biasaaa…, tutur katanya ringkas, padat dan juga ada contoh2 kasus yg mudah dipahami. Jarang sekali orang yg telah mendapatkan ilmu dengan begitu susahnya, mau mengajarkan kepada banyak orang. Saya sudah mempraktekkan Ilmu yang diajarkan pak Joe tersebut yaitu mendapatkan property tanpa mengeluarkan uang bahkan mendapatkan uang. Semoga akan jadi amal ibadah bagi anda yang telah menyebarkan ilmu yang bermanfaat. Kapan workshop PCM nya diadakan di Padang?.Terima kasih.”
ADRIANTO, Padang

“saya merasa bangga bisa membaca buku properti pertama yang mengupas tuntas tentang properti Indonesia (sebab buku luar sering kali tidak sesuai dengan situasi tanah air).. Sukses selalu Pak Joe!!
mudah2an saya juga bisa mengikuti keberhasilan dalam mempraktekkan ilmu Pak Joe”.
ANDRI OPERA

Saya sudah berulang kali membaca buku Property Cash Machine dan sangat inspiratif bagi saya dan realistis untuk saya laksanakan dibandingkan buku lain sejenis yang juga saya baca. Saya berharap
suatu saat bisa mengikuti Seminar Property Cash Machine yang mungkindiselenggarakan di Jogja dan sekitarnya. Terima kasih atas inspirasinya”
BUDI ARIANTO, Jogyakarta

“Salam DAHSYAT!! Perkenalkan nama saya Oskar Samay dari Indonesia Paling Timur yakni Jayapura, Papua, Impian saya memiliki pasif income dari property, telah kumiliki. Pa Joe Hartanto melalui buku “Property Cash Machine” yg telah memberikan inspirasi, keyakinan kuat bagiku untuk melangkah dalam dunia property. Saya Yakin yang lain bisa sayapun bisa!! saya ingin meraihnya dengan bimbingan pa Joe!!!”
OSKAR SAMAY, Jayapura, Papua

“Salam sukses pak Joe, Saya terinspirasi dengan buku pak Joe “Property Cash Machine”, dalam buku tersebut saya mendapat pelajaran cara membeli property tanpa Dp dan mendapat cash back lagi. Dengan semangat menggebu serta motivasi yg tinggi, saya mempraktekkan cara yg diajarkan dalam buku, alhamdulilah setelah beberapa kali mencoba, secara tidak sengaja saya menemukan “hot deal”, diperumahan elit pula…….(Joe : maaf, saya singkat komentar ini karena terlalu panjang)….. dari bank ini saya mendapat cash back sebesar 10 jt an, dan dengan hati gembira saya ambil penawaran dari bank ke 2 ini, saya gembira karena bisa mempraktekkan ilmu yang saya baca dari buku yg pak Joe tulis.. Dan dengan bangga saya ceritakan pada orang lain bahwa ilmu ini dari buku yg pak Joe tulis..Terima kasih pak.. Smoga terus memberi manfaat untuk orang lain..GBU.
MOEL RANGKAYO, Toko Rumah Busana Grosir Batik, Muslim dan Baju Tidur,
Bogor Jawa Barat

Saya rasa komentar atau testimoni diatas sudah cukup mewakili sebagian besar komentar para pembaca buku PCM,  semoga bisa memberikan gambaran yang tepat bagi teman teman lain yang belum membaca buku Property Cash Machine.  Dan bagi teman teman yang belum sempat membaca buku Property Cash Machine, segeralah membaca  dan mempraktekkannya, jika anda ingin membangun kekayaan melalui properti TANPA MODAL.