Tidak Ada Yang Tidak Bisa

Bayangkan……. ketika Anda harus bekerja di sebuah ruangan laboratorium, berada disebuah lokasi terpencil terisolasi berada di pegunungan dengan ketinggian 3700 meter, dengan jarak tempuh ke kota kecil terdekat selama 5 jam berkendara, berada di ujung paling timur Indonesia, hanya sedikit sekali mempunyai akses komunikasi dengan dunia luar. Apa yang akan Anda lakukan ditengah situasi seperti itu, untuk mewujudkan impian bebas keuangan dan waktu, dengan memiliki aset PropertyCashMachine? Saat ini sebagian dari Anda sambil membayangkan situasi tersebut, juga sambil komentar….ahhhh mana mungkin sih ada tempat kerja terpencil seperti itu….lagian pak Joe kok suruh ngebayangin yang aneh aneh……hahaha….. Continue Reading

Cara Cepat dan Mudah Jadi Milyader…..

Beberapa hari yang lalu, walaupun yang ulang tahun ibu mertua saya, tetapi justru saya juga dapat hadiah yang amat membahagiakan. Sshhhhhh………………………..mau tahu apa hadiahnya teman teman???

Saya mendapat kabar gembira, ditelpon dari Surabaya, oleh salah seorang alumni workshop PropertyCashMachine yang berhasil mendapatkan keuntungan 850jutaan dari transaksi propertinya, dan sementara saya menceritakan tentang keberhasilan alumni yang satu ini. Continue Reading

Mau Sukses ??? Jangan Piara Kambing

Saat Anda baca judul diatas pasti Anda semua bertanya tanya, sambil mengerenyitkan kening Anda…..….maksud pak Joe ini apa sih? Emang siapa sih hari gini yang masih mau piara kambing….hahaha…..

Teman teman sekalian, saya senang dan sering kali mendapat  email dari para pembaca buku maupun komentar dari para pembaca tulisan di blog saya. Tapi ternyata, setelah saya baca baik baik, renungkan, kemudian saya amat amati dari jauh, saya terawang pake indera ke enam dan intuisi saya….hehehe, ternyata ada beberapa dari mereka yang kirim email atau komentar itu, masih suka pelihara kambing di rumahnya……. Nah loh….siapa ya diantara Anda yang masih suka piara kambing di rumahnya???

Sebagai seorang yang dulunya juga sempat memelihara kambing dirumah, tentu saja saya tahu mana dari kambing kambing mereka itu yang termasuk kambing berwarna hitam dan kambing berwarna putih……hehehe……sampai disini mungkin sebagian dari Anda mulai tambah bingung……….iki maksud’e opo tho?

Dan saya terus terang prihatin sekali dengan mereka mereka yang masih saja memelihara kambing kambing itu, baik kambing putih maupun kambing hitam…….karena sampai kapanpun, selama mereka memelihara kambing kambing itu, mereka tidak akan pernah sukses meraih apa yang mereka impikan atau cita citakan…..nah loh….ini sih bukan nyumpahin atau menghakimi para peternak atau para pedagang kambing lho ya….hehehe………

Teman teman yang yang saya maksud dengan kambing kambing disini adalah:

  1. Tuhan kagak adil, kok gue dilahirin di keluarga yang serba pas pas-an, sementara temen temen gue, dilahirin jadi anaknya orang kaya, dan punya banyak duit buat beli semua impian yang gue mau (ini namanya jenis kambing putih)
  2. Dulu orangtua gue kagak mampu sekolahin gue sampai ke universitas, makanya sekarang kerjaan dan penghasilan gue cuma gini gini doang (nah yang ini namanya kambing hitam)
  3. Istri gue kagak support dan mendukung kalo gue mau kerjain ini itu, padahal kan kalo gue berhasil yang enak juga die (ini juga jenis kambing hitam)
  4. Mau maju dan sukses itu susah, katanya kalo mau sukses harus banyak baca buku. Padahal kan gue kagak suka baca buku, dan gue kan saat ini pengangguran dan kagak punya duit buat beli buku buku pengembangan diri dan pengetahuan (ini agak nggak jelas warnanya….kambing belang kayaknya)
  5. Jelas aje mereka itu bisa sukses, kan mereka bisa bayar training yang mahal mahal itu lhooooo yang biayanya sampe jutaan…jadi mereka enak bisa dibimbing, konsultasi lagi ama mentornya….lah kalo gue……konek ke internet aja di warnet, ya mana bisa gue sukses kayak mereka (ini juga kayaknya jenis kambing belang, soalnya orang lain dan diri sendiri ikut disalahin)
  6. Bos gue kagak adil, gue udah kerja mati matian kayak gini, memeras keringat, banting tulang, banting tulang dengkul sampe tulang tengkorak, sampai keluar airmata darah….tapi penghasilan gue ya gini gini aje, dasar bos pelit, dia sendiri yang jadi kaya, punya banyak duit, gue sebagai karyawannya ya gini gini aje (nah ini kambing hitam lagi)
  7. Gue kan tinggal di kota kecil, jauh dari kota besar, ya jelaslah peluang peluang untuk dapat properti properti hotdeal itu jarang banget (nah kota tempat tinggal aja disalah salahin  sampe dijadiin kambing hitam)
  8. Saudara saudara gue kagak adil, mereka enak udah pada keluar rumah, jadi bisa fokus dan konsentrasi untuk hidupnya mereka sendiri,  sementara gue masih ketinggalan dirumah dan sekarang kebagian tugas dan tanggung jawab ngurusin orangtua….huhhhh sebel deh sebel sebel sebeeeeeeel…. (ini juga jenisnya kambing hitam)
  9. Para trainer, coach, mentor atau apalah itu namanya, cuma nyari duit doang, lihat aja tuh buktinya training mahal mahal sampe jutaan, kalo emang mau berbagi ilmu,  ya dibagi dong gratisssss, jangan cuma sebagian sebagian doang, dasar kagak rela berbaginya (nah ini dia namanya sirik, iri, dengki, ama rejeki orang lain,  sampe orang yang sudah mau berbagi, mau ngajarin  aja, masih juga dijadiin kambing hitam)
  10. Gue kan baru aja bangkrut habis habisan ditipu ama temen sendiri, masih untung gue kagak bunuh diri……jadi ya udahlah memang gue kagak ada nasib jadi orang kaya, dari dulu mau usaha, kalo kagak bangkrut karena ditipu, ya bangkrut karena rugi (ini jenis kambing belang, soalnya kagak jelas nyalahin siapa)
  11. Dan banyak kambing kambing lainnya lagi.

Memang sih, ada diantara mereka yang pelihara kambing tanpa disadarinya……..tapi saya juga cukup sadar…..bahwa ternyata banyak juga diantara mereka yang saat ini, masih pelihara kambing, dan itu lebih karena,  suka dan hobbynya memang pelihara kambing, supaya kalau kerjaannya nggak ada hasil dan kemajuan,  kehidupan belum ada perubahan, kesuksesan belum datang,  kebahagiaanpun belum juga ketemu, kan ada si kambing kambing itu yang bisa disalah salahin ……..iya kan? ….… iya kan?…….. hehehe……

Teman teman semua, dengan kerendahan dan ketulusan hati, dan demi kesuksesan Anda semua, saya memberanikan diri untuk menyarankan Anda, mencek dan ricek diri Anda, apakah masih ada diantara Anda yang pelihara salah satu atau salah dua atau salah semua dari kambing kambing jenis diatas? Jika jawabannya “YA”, maka saran saya lepaskanlah kambing kambing itu, sekarang juga, biarkan mereka lepas bebas di alam liar mencari makanannya sendiri, kagak perlu lagi Anda pelihara, rawat dan kasih makan. Karena selama Anda masih memelihara kambing kambing itu, maka selamanya hidup Anda tidak akan kemana mana, hidup Anda akan jalan di tempat, karena Anda terikat untuk menjaga, memberi makan dan merawat kambing kambing itu.

Dan kabar gembiranya adalah, Selamat!! bagi Anda yang berani putuskan untuk bebaskan diri dari keterikatan terhadap kambing kambing Anda itu, maka Anda segera  mulai jalani hidup yang baru, hidup yang bebas dari keterikatan dan hidup yang penuh dengan kesempatan kesempatan baru untuk lebih maju, lebih berkembang dan lebih sukses lagi seperti impian Anda selama ini.

Bagi mereka yang masih suka pelihara, So pertanyaan saya sekarang, mau sampai kapan Anda piara kambing kambing itu?

Mungkin sebagian dari Anda setelah membaca tulisan ini, ada yang segera sadar apa yang saya maksud, dan sudah putuskan lepaskan kambing kambing itu sekarang juga, tapi mungkin juga ada sebagian dari Anda, yang masih berkata dalam hati begini….tapi kan……tapi kan……tapi kan……….

Buat Anda yang saat ini masih pakai “tapi kan…….” Shhhhhh pesan saya cuma satu teman…… “Didunia ini memang banyak sekali alasan untuk gagal, tapi……. HANYA ADA SATU ALASAN UNTUK SUKSES, YAITU…………… JANGAN BANYAK ALASAN”

 

Salam Sukses Berkelimpahan,

Joe Hartanto

www.PropertyCashMachine.com

“Tempatnya belajar cara CERDAS membangun kekayaan melalui property TANPA MODAL”

Follow ME on Twitter : @JoeHartanto

FacebookPage : facebook.com/joehartanto

Financial Freedom & Wealth are not for everyone!!

Ya betul Anda tidak sedang salah baca judul diatas. Menjadi bebas keuangan serta makmur atau kaya, ternyata setelah saya amati memang tidak untuk semua orang. Jika selama ini Anda beranggapan bahwa kebebasan keuangan dan kekayaan adalah untuk semua orang, termasuk diri Anda. Ternyata dari hasil pengamatan dan perjalanan saya berbagi ilmu sejak tahun 2006, bertemu dengan banyak orang dari berbagai macam kalangan, dari berbagai kota dan beragam latarbelakang, ternyata tidak untuk semua orang, sekali lagi saya ulangi kebebasan keuangan dan kekayaan tidak untuk semua orang.

Mengapa saya katakan demikian? Ternyata untuk menjadi bebas secara keuangan dan kaya, tidak hanya dibutuhkan sekedar pengetahuan adanya suatu keadaan yang disebut bebas keuangan dan kaya, atau suatu keadaan dimana seseorang sudah tidak perlu lagi khawatir atau gelisah akan uang. Tetapi ternyata lebih dari itu, untuk menjadi bebas keuangan dan kaya, seseorang tidak hanya sekedar perlu tahu saja, tapi juga harus punya keinginan, kebutuhan dan keyakinan untuk mencapainya.

Banyak orang diluar sana yang sudah tahu, cara cara menjadi bebas keuangan dan kaya, baik dari buku buku yang mereka baca, seminar seminar yang mereka hadiri, maupun dari lingkungan atau contoh contoh nyata yang sudah mereka lihat, tapi ternyata hal itu hanya sekedar dijadikan pengetahuan saja, mengapa? Karena mereka tidak ingin mencapainya……..lho kok tidak ingin? Sebagian dari Anda saat ini mulai berpikir, “pak Joe ini ada ada saja, mana ada sih orang yang nggak ingin bebas keuangan dan kaya?“ ……shhhhhh……saya kasih tahu ya….., ternyata banyak sekali lho orang diluar sana yang tidak ingin bebas secara keuangan, dan jadi kaya, baik secara sadar maupun tidak sadar.

Mengapa demikian? Karena mereka berpikir bahwa kebebasan keuangan dan kekayaan itu untuk mencapainya dibutuhkan kerja keras dan cerdas, komitmen, kedisiplinan serta persistensi yang kuat, dan mereka berpikir mereka tidak punya itu semua, “ah saya mah nggak mau kalau kerja keras keras, nanti sakit, cukup ah kerja biasa biasa saja, ah saya kan nggak cerdas…..wong prestasi sekolah dulu aja prestasinya biasa aja, apalagi disiplin?? mana bisa saya disiplin?……walah utk disiplin bangun pagi aja selama ini sulit banget. Komitmen dan persistensi yang kuat….mahluk apa lagi sih si komitmen dan persitensi ini?? Jadi, menjadi bebas keuangan dan kaya, forget it lah, itu cuma buat orang lain, saya sih sudah cukup seperti ini saja, yang penting sudah cukup makan, tidak kehujanan, bisa sekolahin anak, ya sudah” Bla…bla….bla….bla…bla..bla dan segudang alasan serta pembenaran diri lainnya.

Teman teman semua, apakah situasi ini yang sedang Anda hadapi saat ini? Sebagian dari Anda kemungkinan menjawab “ya betul pak Joe, itu gue banget deh….gue banget…hehehe”

Memang betul teman teman, untuk mencapai kebebasan keuangan dan menjadi kaya itu tidak cukup hanya sekedar tahu saja, tidak cukup sekedar ingin saja, tapi juga harus butuh dan yakin untuk mencapainya, dan tentunya juga diawali dan disertai kerja keras dan cerdas, serta dibarengi komitmen, disiplin dan persitensi yang kuat.

Tapi dari pengalaman saya sendiri, serta belajar pengalaman dari banyak orang sukses dan mentor mentor yang saya pelajari, serta pengalaman melakukan konsultasi serta membimbing banyak teman lainnya. Ternyata untuk mencapai kekayaan dan kebebasan keuangan yang diinginkan, bukanlah sebuah proses instan, secepat kilat dalam waktu singkat langsung jadi kaya dan bebas keuangan. Dibutuhkan daya tahan dalam menjalani waktu serta proses untuk mencapainya. Pengalaman dan pengamatan saya sejauh ini, hanya sebagian orang saja yang mau bertahan dan memiliki daya tahan menjalani proses untuk mencapainya. Nah bagaimana agar memiliki kemauan dan daya tahan dalam mencapainya? Anda perlu untuk sungguh sungguh, ingiiiiiiiiiiiiiiiiiin banget untuk jadi kaya dan bebas keuangan, sungguh sungguh ingiiiiiiiiiin banget, jauh melebihi keinginan apapun yang lainnya.

Keinginan kuat dan sungguh sungguh seperti saat Anda ingiiiiiin banget makan dan minum karena anda kelaparan dan kehausan setelah 3 malam 2 hari Anda tersesat di padang gurun dan tidak menemukan makanan dan minuman, dan daya tahan untuk mencapai desa terdekat, dan begitu Anda sampai di sebuah desa kecil terdekat, Anda bersedia lakukan apapun untuk bisa memenuhi kebutuhan makanan dan minuman Anda tersebut, itulah yang disebut sungguh sungguh ingiiiiiiiiiiiiiiiiiiin banget.

Langkah awal yang mesti Anda lakukan saat ini adalah, putuskan apa sih impian Anda? Kehidupan seperti apa yang Anda impikan? Jika Anda sungguh sungguh ingiiiiiiiiiiin banget untuk memiliki kehidupan impian itu, artinya Anda juga siap melakukan apapun untuk mencapainya bukan?

Prinsip terbesar dalam mencapai kebebasan keuangan adalah Anda perlu sungguh sungguh mengingiiiiiiiiiinkannya. Orang orang yang saat ini telah mencapai impian kekayaan dan kebebasan keuangannya, bukanlah orang orang yang sejak awal sudah memiliki kecerdasan keuangan yang baik sejak dilahirkan, bukan pula orang yang sejak awal sudah mempunyai softskill yang diperlukan tapi yang membedakan orang orang yang berhasil adalah mereka sejak awal sudah mempunyai impian kuat yang jelas, serta motivasi atau keingiiiiiiiiiiiiinan yang kuat banget dan dorongan dari dalam untuk mewujudkannya.

Saat keingiiiiiiiiiiiinan Anda akan sesuatu sangat kuat, saya yakin tidak ada hal apapun yang dapat menghalangi Anda untuk mewujudkannya, tidak ada tantangan yang tidak dapat diselesaikan, tidak ada suatu hal atau strategi yang tidak dapat dipelajari. Demikian pula sebaliknya, jika Anda memang tidak sungguh sungguh menginginkannya, maka tantangan sekecil apapun bisa Anda jadikan alasan yang kuat untuk menghentikan usaha Anda mewujudkan impian kekayaan serta kebebasan keuangan.

Dan kemudian satu hal lagi, setelah Anda sungguh sungguh mengingiiiiinkannya, Anda juga memerlukan sebuah strategi atau cara cerdas untuk mencapainya dengan mudah, aman, nyaman dan cepat, serta idealnya tanpa harus memiliki modal yang besar.

Apapun usaha yang Anda lakukan, jika dilakukan dengan tidak sungguh sungguh atau separuh hati, pasti tidak ada hasilnya. Anda harus putuskan untuk mencapai kebebasan keuangan dan menjadi kaya, dengan sungguh sungguh, berikan semua energi dan komitmen Anda atau tidak sama sekali. Tidak ada sebuah kesuksesan yang dicapai dengan separuh hati dan setengah setengah.

Jadi, sesungguhnya semua orang berhak dan bisa memiliki kekayaan serta kebebasan keuangan, saat sudah mengetahui apa yang diingiiiiiiiiiinkannya, memang sungguh sungguh mengingiiiiiiiiiinkannya dengan sepenuh hati, serta memiliki kemauan dan daya tahan untuk menjalani prosesnya dengan sungguh sungguh disertai dengan strategi atau cara cerdas untuk mencapainya.

PropertyCashMachine sistem yang selama ini saya praktekkan, jalani dan sharingkan adalah sebuah alternatif strategi, sebuah peta perjalanan, sebuah cara cerdas yang mudah dan sederhana untuk mencapai kebebasan keuangan dan menjadi kaya melalui properti, tanpa harus disertai modal yang besar, dan telah terbukti bisa dijalankan bukan hanya oleh saya seorang diri, tapi juga terbukti bisa dijalankan dengan mudah dan sederhana oleh banyak teman teman lainnya. Tetapi memang cara ini tidak untuk semua orang, cara ini hanya untuk orang orang yang memang sungguh sungguh mengingiiiiinkannya, memiliki kemauan serta daya tahan untuk menjalani prosesnya dengan sungguh sungguh.

Salam Sukses Berkelimpahan,

Joe Hartanto

www.PropertyCashMachine.com

“Tempatnya belajar cara CERDAS membangun kekayaan melalui property TANPA MODAL”

Follow ME on Twitter : @JoeHartanto?Facebook

Page : facebook.com/joehartanto

Mau dapat Mitsubishi Pajero Putih??

Teman teman, beberapa waktu yang lalu saya menerima kiriman kisah pendek dan lucu seperti ini :

Sewaktu masih anak-anak tiap hari si Butet dan Sofyan berdoa:

Butet : ‘Berikanlah saya kemudahan dalam mencari rejeki. Semisal hanya dengan goyang² kaki pun, sudah datang pula uang..”

Sofyan : ‘Saya pun mohon diberikan kemudahan dalam mencari rejeki. semisal hanya dengan berkipas² pun, sudah datang pula uang..”

Akhirnya setelah dewasa doa mereka dikabulkan, Butet menjadi penjahit di pasar blok M dan Sofyan menjadi pedagang sate ayam di pasar pramuka

Hahaha……sebuah kisah singkat dan lucu yang penuh makna.

Jika kita menyimak makna dari cerita ini, sebenarnya cerita ini mengingatkan kita bahwa ketika kita membuat impian, membuat target, setting goal atau apapun namanya, kita harus membuatnya dengan sangat jelas, spesifik, detail dan terukur.

Banyak orang diluar sana yang mengeluh bahwa sulit mewujudkan impiannya, belum pernah ada satupun impiannya yang terwujud.

Kalau orang orang itu mau jujur dan refleksi, sebenarnya banyak impian mereka yang sebenarnya sudah terwujud, tapi mereka tidak menyadarinya, karena saat membuat impiannya kurang jelas, detail, spesifik dan terukur.

Apa sih maksudnya impian itu harus jelas, detail, spesifik dan terukur??
Saya ambil contoh, jika impian Anda di tahun 2012 ini adalah memiliki mobil baru. Bagi saya itu adalah contoh impian yang belum jelas, belum detail, belum spesifik dan tidak terukur.

Lantas gimana impian yang jelas, spesifik, detail dan terukur itu?? contohnya jika impian anda tahun ini ingin memiliki Mobil Mitsubishi Pajero (bukan promosi lho ya, dan saya juga tidak ada kepentingan apa2 dengan ATPM Mitsubishi di Indonesia, ini saya cuma ambil untuk contoh saja) , maka impian yang jelas, spesifik, detail serta terukur itu adalah :
“Sebelum tgl 31 Desember 2012, atau lebih cepat lagi, saya sudah mengendarai Mitsubishi Pajero terbaru, warna putih, dengan jok kulit terbaik yang lembut dan nyaman untuk diduduki, dengan sistim audio video merk Nakamichi yang sangat nyaman dan lembut untuk didengarkan suaranya, serta velg dengan ring 22 inch dan ban merk Mickey Thompson, yang membuat mobil ini menjadi semakin tampak gagah dan keren dan mobil ini saya beli dengan cash, tunai”

Itulah impian yang jelas, spesifik, detail, dan terukur. Tetapi jika anda mau efeknya lebih dahsyat lagi, maka anda perlu untuk melakukan langkah berikutnya dengan memvisualisasi impian tersebut. Biasanya dalam workshop PropertyCashMachine, saya memandu para peserta untuk melangkah lebih jauh lagi, dengan melihat, dan merasakan langsung impian impian mereka dengan tehnik yang bisa mereka bawa pulang dan praktekkan sendiri di rumah setiap hari.

Apa akibatnya jika seseorang tidak membuat impiannya secara jelas, spesifik, detail dan terukur??

Saya jelaskan dengan salah satu contoh berikut, yang saya ambil dari salah satu teman saya yang suatu hari sempat “curhat” pada saya, dia mengatakan tidak percaya dengan kekuatan impian, “ach itukan cuma teori yang bagus untuk dijadikan bahan bacaan dan seminar” begitu katanya. Karena selama ini tidak ada impiannya yang terwujud menurutnya. Ketika saya tanya “impianmu yang utama saat kamu muda apa sih?” Dia bilang “ingin jadi jutawan orang kaya”. Kemudian saya tanya lagi, “emang sekarang kamu kerja di perusahaan itu gajimu berapa sebulan?” Dia bilang “gajiku 8 juta sebulan”. …….”Nah loe….bukannya artinya impian masa mudamu sudah tercapai?? Dengan gaji 8 juta tiap bulan, artinya kamu kan sudah jadi jutawan dan orang kaya, sesuai dengan impian dan cita citamu masa muda toh……” demikian komentar saya.

“Oh iya ya, kamu benar juga kamu Joe”, kata teman saya. “Artinya impian saya selama ini sebenarnya sudah terwujud ya, hanya saya tidak sadar, karena situasinya sudah tidak sesuai jaman”.

Teman teman, dari perbincangan saya dan teman saya tersebut, saya juga kembali diingatkan bahwa impian itu selain jelas, spesifik, detail dan juga harus selalu diperbaharui atau diupdate dengan situasi perkembangan jaman. Kalau dulu parameter orang kaya itu adalah jutawan, tentunya jutawan itu sekarang ya orang biasa biasa saja, bahkan mahasiswa fresh graduate saja sekarang sudah langsung jadi jutawan.

Jadi mumpung ini masih diawal tahun, sudahkah anda membuat impian baru yang akan anda capai dalam hidup anda di tahun 2012 ini secara jelas, spesifik, detail dan terukur? Jika belum ayo lakukan sekarang juga, buat impian baru, jika ada impian lama yang belum terwujud, ayo diperbaharui. Dan pastikan salah satu impian Anda tahun ini adalah berhasil menciptakan atau mendapatkan PropertyCashMachine sebagai kendaraan menuju kebebasan uang dan waktu Anda.

Salam Sukses Berkelimpahan,
Joe Hartanto
www.PropertyCashMachine.com
“Tempatnya belajar cara CERDAS membangun kekayaan melalui property TANPA MODAL”
Follow ME on Twitter : @JoeHartanto
Facebook Page : facebook.com/joehartanto

Risiko Investasi di Property

Di dunia dengan segala kemungkinan yang tidak terbatas ini, Jika kita gagal mengantisipasi sesuatu yang tidak kita ketahui atau gagal memperkirakan terjadinya suatu hal yang tidak kita inginkan terjadi, kemungkinan besar nasib kita akhirnya akan berakhir pada belas kasihan orang lain atau sebuah situasi yang tidak bisa kita bayangkan sebelumnya. ” Demikian kalimat yang diucapkan oleh Agent Fox Mulder – The X –Files

Marilah kita sepakati dulu bersama diawal bahwa risiko itu adalah sebuah kejadian yang tidak kita harapkan atau dapatkan, hal tersebut bisa berupa kehilangan dompet di kendaraan umum, diri kita terpeleset dan  terjatuh di jalan, mobil kita keserempet oleh motor yang ugal ugalan, ditilang polisi dijalan karena kelupaan bawa STNK, mobil kita bannya kempes sehingga kita terlambat sampai kantor dan akhirnya dimarahi serta dipecat oleh boss karena kita sudah sering terlambat, diputus pacar, rumah kita kecurian atau kebakaran, usaha kita bangkrut ditipu rekan usaha, kehilangan uang dalam sebuah investasi yang tadinya kita harapkan bisa berikan keuntungan besar, sampai kehilangan orang yang kita cintai karena meninggal dunia. Apapun didunia ini mempunyai risiko atau sesuatu hal yang tidak kita harapkan terjadi.

Nah tapi dalam tulisan ini yang saya ingin tekankan adalah kemungkinan terjadinya risiko dalam investasi yang kita lakukan. Dalam investasi property yang kita lakukan risikonya apa saja sih…..kalau sambil bercanda biasanya saya jawab begini…..risiko kita melakukan investasi di property adalah semakin hari jadi semakin kaya raya….hahahaha…….

Tapi  mungkin  ada sebagian dari orang  diluar sana yang mengatakan bahwa investasi di properti risikonya adalah lambat pertumbuhannya, kalau mau cepat ya berarti harus pake leverage atau hutang, nah tapi kalau pake hutang risikonya kalau tidak bisa bayar disita, terus kalau suratnya bermasalah bagaimana, kan sekarang banyak sertifikat palsu atau ganda, terus kalau nanti nggak bisa dijual lagi gimana, dll……..dll…..dll…..

Sebenarnya, benar nggak sih yang dikatakan sebagian orang  itu? Sebenarnya ada nggak sih risiko di dunia property itu? Jika anda minta saya serius….maka jawaban saya adalah ADA……yang namanya investasi ya pasti ada risikonya, wong hidup itu kan memang berisiko, sangatlah naïf jika ada orang yang berani mengatakan bahwa sesuatu hal itu tidak ada risikonya, atau mengatakan dirinya berhasil mengunci risiko, emangnya dia Tuhan apa?  (wong anjing dikurung di kandang atau orang dikunci rapat di penjara aja masih bisa lepas ….apalagi risiko……hahaha)

Jadi pak Joe, dimana sebenarnya letak risiko di investasi property itu? Demikian tanya salah seorang teman saya, dan saya jawab begini : Jika anda ingin tahu dimana risiko sebuah investasi itu berada? Pergilah ke kamar mandi, berdirilah di depan cermin, dan lihatlah ke cermin tersebut, pada orang yang anda lihat di cermin itulah risiko sebenarnya berada.

Teman teman sekalian, jika kita mau jujur dan analisa lebih dalam….di dunia investasi apapun, apakah itu property, saham, bisnis, emas, atau apapun juga namanya, risiko yang sebenarnya terletak didalam diri investor yang mengambil keputusan investasinya. Sebuah risiko itu bisa terjadi karena si investor itu sendiri yang gagal mengantisipasi segala kemungkinan yang bakal terjadi, atau gagal memperkirakan  terjadinya suatu hal yang diluar harapannya.

Nah kembali ke cermin diatas, ketika anda melihat diri anda yang di cermin, apa yang mesti anda perhatikan? Tanyalah pada diri anda 2 pertanyaan ini :

  1. Apakah saya telah benar benar menguasai seluk beluk cara berinvestasi di dunia properti dengan benar seperti yang saya pikirkan?
  2. Bagaimana reaksi dan tindakan yang akan saya lakukan ketika ternyata analisa dan keputusan investasi properti yang saya lakukan ternyata salah?

Ketika anda menjawab YA pada pertanyaan pertama, lanjutkan dengan pertanyaan ke dua, jika anda sudah memiliki jawaban dan siap dengan konsekwensinya, maka silakan dilakukan.

Tapi jika jawaban pertanyaan pertama TIDAK, sebaiknya anda tidak ambil keputusan terlebih dahulu, sampai anda kuasai seluk beluk cara berinvestasi di properti dengan baik. Cari dan pelajarilah caranya dari buku buku yang tersedia, dari pelatihan pelatihan yang tersedia, dan dari orang orang yang bisa anda anggap sebagai mentor yang sudah berpengalaman di bidang yang akan anda terjuni.

Pak Joe,  kalau jawaban pertanyaan pertama YA, tapi jawaban pertanyaan kedua saya TIDAK TAHU atau TIDAK SIAP menerima konsekwensinya, bagaimana? Jika anda dalam kondisi seperti ini, artinya mental anda belum siap, anda belum layak menjadi seorang investor properti.

Seperti yang saya jelaskan di buku maupun di workshop Property Cash Machine, untuk menjadi seorang investor property, anda memang harus terlebih dahulu memiliki mental dan mindset sebagai seorang investor properti.

Ketika mental anda siap, maka mengambil sebuah keputusan  dan menghadapi yang namanya risiko, baik risiko yang diharapkan seperti hidup lebih nyaman, kaya raya, hidup bahagia berkelimpahan, maupun risiko yang tidak diharapkan, seperti hidup jadi sedikit lebih susah, atau hidup jalan ditempat tidak kemana mana menjadi jauh lebih mudah. So Risk is about Mindset….it’s about Mentality! Milikilah mental seorang pejuang, beranilah menghadapi risiko!

Hutang = Perahu

Bagi sebagian orang hutang itu sangat mengerikan, tapi bagi sebagian orang lagi hutang itu menyenangkan. Bagi sebagian orang hutang itu harus dihindari, tapi bagi sebagian orang hutang itu dicari cari.  Bagi sebagian orang lagi hutang itu bagaikan aib dan sesuatu yang memalukan, tapi bagi sebagian orang lagi hutang itu mulia. Bagi sebagian orang hutang itu dianggap membuat tidak berwibawa, tetapi sebagian orang lagi malah bangga dengan semakin besarnya jumlah hutang yang dimiliki……nah lho….. pendapat mana yang benar sih?

Ada juga yang bertanya demikian, apakah hutang itu sesuatu hal negatif yang harus dihindari, dijauhi, dan pemiliknya dihujat hujat, ataukah hutang itu sesuatu hal positif yang dicari cari, dan justru harus dimiliki, serta pemiliknya di puji puji sebagai penggerak perekonomian?.

Teman teman, sebenarnya sebagaimana apapun didunia ini, hutang itu sifatnya netral, hutang itu bisa menjadi negatif atau positif tergantung sudut pandang dan cara pemanfaatan serta penggunaannya. Jika seseorang itu tidak tahu cara memanfaatkan hutang dan cara mengelolanya dengan baik, otomatis hutang itu cepat atau lambat akan menjadi hal negative dalam kehidupannya, akan tetapi ketika seseorang tahu cara memanfaatkan dan mengelola hutang dengan baik, otomatis hutang itu bisa menjadi suatu hal positif bagi dirinya.

Tetapi yang pasti hutang itu bukan tujuan, hutang itu hanya sebagai alat bantu, sebagai pengungkit. Saya secara pribadi tidak pernah menganggap hutang sebagai tujuan hidup saya, hutang dalam bisnis dan investasi yang saya lakukan hanyalah sebagai alat bantu, alat pengungkit saja untuk mencapai tujuan lebih tinggi yang sudah saya tetapkan sebelumnya. Jika diibaratkan seseorang yang memiliki tujuan untuk menyeberangi sebuah sungai, menuju ke tepi sungai di seberang yang tanahnya sangat subur, hijau dan dipenuhi oleh berbagai macam pohon buah buahan. Kemudian dia berhasil menyeberangi sungai tersebut dengan bantuan sebuah perahu, dan setelah mencapai tepi sungai seberang, perahu itupun kemudian di tinggalkan di tepi sungai saja, walaupun sebenarnya tentu saja perahu tersebut amat berjasa menyeberangkan orang tersebut.

Nah demikian pula halnya dengan hutang, bagi saya hutang hanyalah sebagai alat bantu seperti perahu dalam perumpamaan diatas, untuk mempercepat pencapaian tujuan hidup saya.

Jadi ingatlah teman teman, hutang bukanlah sebuah tujuan, hutang hanyalah sebagai alat bantu seperti halnya perahu untuk menyeberangkan seseorang ke tepi sungai seberang. Dan perahu itu sifatnya netral.

Tapi jika kita lanjutkan cerita perumpamaan perahu diatas, banyak orang yang ironisnya, ketika mendengar ada anak kecil yang tenggelam di sungai karena tidak bisa menjaga keseimbangan dan perahunya terbalik, yang disalahkan adalah perahunya, dianggap naik perahu itu adalah hal yang amat berbahaya. Dan yang lebih konyol lagi, terkadang banyak orang yang mau saja ditakut takuti oleh orang lain yang tidak pernah naik perahu, tapi pernah mendengar kisah anak kecil yang tenggelam karena perahunya terbalik, tanpa tahu apa penyebabnya…hahaha.

Jika kita kembalikan ke masalah hutang, demikian pula yang terjadi di masyarakat. Banyak orang menilai hutang itu jelek, negatif, harus dijauhi, tanpa dia sendiri tahu persis alasannya, karena yang dia tahu, hal itulah yang diajarkan oleh orangtuanya sejak kecil, atau temannya,  bahwa hutang itu jelek, jangan pernah berhutang, dll.

Jadi kesimpulannya, ketahui dan pelajarilah dengan baik, termasuk apa sebenarnya  hutang itu, barulah memberikan sebuah penilaian. Jadilah orang yang bijak yang selalu mencari tahu terlebih dahulu sebelum mengambil kesimpulan atau menilai hal apapun didunia ini.

Bagaimana menurut Anda?

PS: Untuk bagaimana menggunakan hutang dengan bijak sebagai perahu untuk mencapai kesuksesan Anda, silakan baca informasi tentang workshop Property Cash Machine yang kami selenggarakan.


Kunci Sukses adalah…

“Manusia paling penakut adalah mereka yang tidak berani bermimpi.”

Sebuah kalimat bijak yang jika kita renungkan dalam juga maknanya. Ada dua hal besar yang terkandung dalam kalimat tersebut,  pertama tentang mimpi. Setiap orang harus punya impian. Beranilah  bermimpi, karena sekedar mimpi saja tidak dibutuhkan modal apapun, dan tidak ada risiko. Mudah sekali untuk bermimpi, semudah membalikkan telapak tangan. Tapi kenapa masih banyak orang takut bermimpi?

Jawabannya ada pada makna kedua dari kalimat tersebut, yakni keberanian. Manusia harus berani bermimpi sebelum punya keberanian dalam bertindak. Tanpa keberanian, tidak akan ada impian dan akibatnya tidak akan ada tindakan apapun. Kalimat bijak itu dengan sangat pas menggambarkan orang yang paling tidak berani adalah yang takut bermimpi.

Nah dalam kesempatan ini, saya ingin mengulas lebih banyak tentang keberanian. Dari sekian banyak  peserta workshop Property Cash Machine yang telah berhasil dan menceritakan kisahnya kepada saya, beberapa telah saya ceritakan dalam buku kedua saya, “Properti Tanpa Modal, 60 Hari Untung 1 Miliar”. Dari berbagai kisah itu, dapat ditarik satu benang merah, yaitu tentang pentingnya keberanian.

Sesama rekan penulis yang ikut workshop PCM beberapa waktu lalu, kembali berani bermimpi dan sangat terinspirasi dengan pernyataan saya, yaitu “Kalau hanya untuk deal dengan penjual, kan tidak perlu mengeluarkan biaya sepeserpun.”

Kalimat itu tertanam di pikiran bawah sadarnya, dan terus menerus mengiang di telinganya. Setiap kali melihat ada properti atau tanah yang menurutnya potensial, ingin sekali untuk segera menawar kepada pemiliknya dan melakukan transaksi. “Deal saja tidak perlu keluar uang, apalagi hanya sekedar tawar menawar,” ujarnya memberikan alasan.

Ketika ada sebuah tanah menganggur di dekat rumahnya, dengan keberanian, ia nekad mengadakan transaksi dengan pemilik tanah. Padahal pada saat itu, ia tidak punya modal sepeserpun. Ternyata, pemilik tanah setuju dengan penawarannya dan ‘deal’. Rekan penulis itu berhasil ‘mendapatkan’ sebidang tanah tanpa uang sepeserpun, dengan ‘deal’ tersebut. Memang belum menjadi miliknya secara penuh, tapi dengan keberanian ‘deal’ itu, satu langkah sudah dilakukan. Tantangan berikutnya adalah menjadikan deal itu, sebagai transaksi sesungguhnya yang menguntungkan.

Anda tahu apa yang terjadi sekarang, 6 bulan setelah ‘deal’ tersebut? Rekan penulis itu kini sudah membangun 5 rumah di atas tanah tersebut, dan kelima-limanya sudah terjual dibeli orang! Ia tinggal menunggu konsumen ke-6 sampai seterusnya, sehingga seluruh lahannya habis terjual. Dengan keberanian tadi, ia sudah berhasil mengatasi salah satu rintangan terbesar, yaitu ketakutan untuk memulai.

Tentu saja, keberanian saja tidak cukup. Kita juga perlu memperhitungkan hal hal lainnya. Keberanian tanpa perhitungan, ibarat seorang tentara terjun ke medan perang, tapi dengan senjata tidak dilengkapi dengan peluru, atau memiliki busur tanpa anak panah. Rekan tadi berani melakukan ‘deal’, karena setelah melakukan sedikit survey, ia yakin akan banyak orang lain yang berminat, jika ia membangun rumah di atas lahan tersebut. Dan perhitungannya ternyata tepat.

Dalam setiap workshop property cash machine yang saya selenggarakan, saya selalu menekankan pentingnya impian dan keberanian untuk mewujudkannya. Memang selalu menjadi diskusi panjang ketika ada orang yang mengatakan, “Berani sih gampang, tapi setelah itu bagaimana?” Atau ada juga yang berkomentar, “Ah kalau berani gitu doang sih saya juga bisa.”

Keberanian dianggap sebagai hal yang biasa karena dianggap ada banyak faktor yang mendukung sehingga menjadi berani. Padahal biasanya faktor pendukung memang biasanya tidak ada pada awalnya tetapi faktor pendukung biasanya muncul setelah setelah sikap berani itu dilakukan.

Dulu saya juga mengandalkan keberanian untuk bisa mencapai kondisi saat ini. Jika dikenang lagi masa-masa sulit, masa penuh perjuangan, maka kadang saya pun heran sendiri. Kok berani beraninya saya melakukan hal-hal tersebut?

Bayangkan, saya pernah hidup di Amerika Serikat selama 2 tahun, bekerja di 3 tempat sekaligus dan tanpa libur seharipun. Ketika tinggal di sana, saya hidup sendirian tanpa ditemani anak dan istri. Mereka saya tinggalkan di Indonesia. Saat mau berangkat ke Amerika, saya tidak punya cukup modal, dan hanya mengandalkan kekuatan fisik saja, karena saya yakin di Amerika akan bekerja di tempat-tempat yang membutuhkan kekuatan fisik. Benar saja, setelah berani pergi ke sana, saya harus menjalani berbagai hal tersebut di atas.

Mengenang masa-masa itu, saya bisa mengambil hikmah, pelajaran dan kesimpulan, bahwa keberanian atau sebagian orang menyebutnya sebagai kenekatan, menjadi salah satu kekuatan saya. Kenapa waktu itu saya sangat berani mengambil keputusan tersebut? Banyak sekali faktor yang berpengaruh, tetapi terutama karena kekuatan sebuah impian yang besar, seperti pepatah mengatakan, “If the Dream Big Enough, the facts don’t count”, saat anda memiliki impian yang cukup besar, maka tantangan yang ada dihadapi dengan jauh lebih mudah.

Keberanian memang bisa muncul dari mana saja. Bisa karena impian yang besar atau mungkin juga karena karakter Anda yang memang pemberani atau bisa saja karena situasi lingkungan dan lain sebagainya.

Jika sekarang Anda belum cukup berani untuk bertindak lebih jauh, khususnya dalam menjalankan investasi properti tanpa modal seperti yang diajarkan Property Cash Machine, segeralah buat impian yang besar, ciptakan kondisi dan alasan, untuk membangunkan keberanian mewujudkannya.

Ingat, seperti kalimat bijak di atas tadi, orang paling penakut adalah yang tidak berani bermimpi. Jika diibaratkan ke investasi properti, maka orang paling penakut adalah yang tidak berani memiliki impian untuk memiliki properti sebagai instrumen investasi terbaik.  So, the question is, HOW BIG IS YOUR DREAM?

Salam sukses berkelimpahan,

Joe Hartanto

UPGRADE vs DOWNGRADE

Ketika anda mengUPGRADE software yang ada di komputer anda atau smartphone anda, apakah yang biasanya terjadi?

Biasanya yang terjadi adalah, beberapa saat setelah UPGRADE maka kita akan sedikit gagap dalam menggunakan gadget kita, kita membiasakan diri dulu dengan tampilan dan letak menu menu yang baru, tetapi ini tidak berlangsung lama.

Ketika kita sudah terbiasa dengan tampilan dan letak menu yang baru, maka yang terjadi adalah kemampuan kerja komputer atau smartphone kita akan jauh lebih cepat, lebih nyaman dan mampu melakukan lebih banyak hal, sehingga otomatis hasil kerja kita juga lebih cepat dan lebih banyak hasil yang tercapai, produktivitas kita meningkat jauh.

Ketika dana anda terbatas dan anda dihadapkan pada pilihan untuk mengUPGRADE software anda, atau membeli asesoris yang lucu lucu dan unik, seperti casing, tas, atau pernik pernik lainnya yang membuat komputer atau smartphone anda tampil beda dari teman teman anda, manakah yang anda pilih? Upgrade kemampuan software atau upgrade penampilan dengan membeli asesoris?

Tentunya sebagian besar dari anda menjawab : “Ya upgrade software dong pak, kan software lebih penting daripada tampilan gadget” Ya betul sekali, karena kemampuan kerja komputer atau smartphone anda jauh lebih penting daripada penampilannya…betul atau betul……

Nah ternyata dari apa yang saya pelajari, amati dan lakukan selama ini, memang seperti itulah yang terjadi pada orang orang yang SUKSES!

Orang orang yang SUKSES adalah orang orang yang selalu berusaha untuk mengUPGRADE pengetahuan dan kemampuannya dalam melakukan apapun juga, dalam hal kemampuannya berkomunikasi, bernegosiasi, berbisnis, berinvestasi bahkan dalam hal cara belajar sekalipun.

Mereka tidak segan segan menginvestasikan tabungannya untuk membeli buku buku baru, untuk mengikuti pelatihan,  training, seminar dan terkadang pergi ke LN untuk mencari ide baru dan untuk itu terkadang mereka bersedia untuk sementara menDOWNGRADE gaya hidupnya. Menunda keinginan keinginan yang lain, demi dapat mengUPGRADE pengetahuan serta kemampuannya.

Seperti yang dilakukan salah satu sahabat saya pak Agus Handayanto yang di tahun 2008 rela untuk menjual handphone kesayangan istrinya untuk dapat membayar biaya pelatihan Property Cash Machine, tetapi satu bulan setelah selesai mengikuti pelatihan, beliau berhasil membeli sebuah toko handphone yang memberikan penghasilan pasif sebesar Rp. 5 juta perbulan !! Luarbiasa bukan……

Tidak sampai setahun kemudian, beliau berhasil merubah statusnya dari seorang karyawan menjadi pengusaha, bahkan beliau berhasil mengembangkan toko handphonenya ke bidang bidang bisnis lainnya. Dan saat ini kapanpun saya mendarat di kota Solo, pasti saya mendapat kabar dan melihat kemajuan pesat dari kehidupan keluarga dan bisnisnya. Sangat luarbiasa!

Saya juga percaya sebagian dari anda juga sudah melakukan hal yang sama dengan pak Agus Handayanto, sementara  menunda keinginan, mendowngrade gaya hidup untuk menUPGRADE pengetahuan dan kemampuan terlebih dahulu.

Tetapi sebaliknya diluar sana, saya juga banyak menemukan orang yang untuk membeli buku seharga Rp 50 ribu saja, rasanya berat sekali, tidak rela …..tidak rela ……tidak rela…..ngapain beli beli buku, buang buang uang saja….demikian ujar mereka. Tetapi demi supaya penampilannya lebih keren, mereka rela keluarkan uang yang jauh lebih besar. Salah satu contohnya kebetulan salah satu  teman yang sudah cukup lama  saya kenal, yang untuk beli sepatu model terbaru yang harganya Rp.700 rb-an, mereka rela menggesek kartu kreditnya dan yang lebih gilanya lagi mereka membeli 3 pasang sepatu itu sekaligus, karena supaya kompak, satu buat bapaknya, satu buat ibunya, satu buat anaknya….semuanya dengan warna dan model yang sama….memang lucu sih…….Dan saat itu,  saya  dan istri saya terus terang, hanya bisa  geleng geleng kepala, karena teman kami ini sejak kami kenal 20an tahun yang lalu kehidupan keluarganya ….ya begitu begitu saja.

Dan apa yang terjadi ketika beberapa waktu kemudian saya bertemu lagi dengan mereka, yah…..hidup mereka tidak kemana mana, hanya disitu saja…..kalau om Robert T Kiyosaki bilang itulah tipe orang orang yang terjebak dalam “Rat Race” (lingkaran tikus).

Jika anda harus memilih, sekarang mana yang anda pilih?

Selalu berusaha mengUPGRADE software di otak anda, seperti pak Agus Handayanto  dan seperti pada umumnya orang SUKSES lakukan, atau menDOWNGRADE software otak anda demi untuk lebih mendahulukan mengUPGRADE penampilan supaya terlihat seperti orang yang sudah SUKSES??

Ketika anda memutuskan untuk menunda mengUPGRADE software di otak anda…..artinya sama saja anda sedang menDOWNGRADEnya, seperti software komputer anda yang ketinggalan jaman kalau tidak segera anda UPGRADE.

Jawabannya terserah  anda sih….., tetapi yang saya tahu……. “Orang biasa selalu berusaha mendahulukan mengUPGRADE gaya hidupnya, sedangkan orang SUKSES selalu berusaha mendahulukan mengUPGRADE software di otaknya!

Saya sendiri sampai saat ini terus berusaha mengUPGRADE pengetahuan dan kemampuan saya dalam bidang apapun juga, dimana saja, kapan saja dan dengan cara apa saja…..dan kebiasaan ini sudah saya lakukan sejak lama, seperti yang saya pernah ceritakan dalam tulisan saya sebelumnya “INVESTASI TERBAIK DI DUNIA

Ayo UPGRADE terus pengetahuan dan kemampuan anda, UPGRADE terus software di otak anda dengan cara selalulah bertanya pada diri anda sendiri  “Untuk mendapatkan yang sangat saya inginkan,  Saya harus MENJADI diri saya yang seperti apa?” Buatlah diri anda selalu dalam kondisi berdaya dengan mengUPGRADE pengetahuan dan kemampuan anda.

Salam Sukses Berkelimpahan,

Joe Hartanto

www.PropertyCashMachine.com

“Tempatnya belajar cara CERDAS membangun kekayaan melalui property TANPA MODAL”

Follow ME on Twitter : @JoeHartanto

FB Fans Page : facebook.com/joehartanto

Salah bertanya…..sesat di jalan??

Pernahkah anda pergi ke sebuah daerah atau kota baru yang baru pertama kalinya anda datangi, dan ketika anda menemukan sebuah persimpangan jalan anda merasa ragu ragu untuk memilih jalan ke kiri atau ke kanan, dan akhirnya anda putuskan untuk bertanya pada seseorang yang ada di tepi jalan situ, kemudian anda ikuti saran orang tersebut, tetapi setelah melewati beberapa kilometer anda menyadari ternyata orang yang anda tanya tadi, telah memberikan jawaban arah jalan yang salah dan cenderung malah menyesatkan. Sehingga anda harus kembali kepersimpangan jalan tadi dan mengambil arah kebalikannya, sambil bersungut sungut karena sudah buang waktu, buang energi, untuk mengikuti petunjuk yang salah dari orang tersebut.

Sekitar akhir tahun 2004, sewaktu saya sedang merencanakan untuk membuka sebuah bisnis sekolah musik, sebuah bidang bisnis yang saat itu benar benar baru dan tidak pernah saya terjuni sebelumnya. Sehingga otomatis saya perlu melakukan survei dan banyak bertanya. Saat itu saya banyak sekali bertanya dan konsultasi pada orang yang saya anggap hubungannya cukup dekat dengan saya, baik yang saya nilai sudah lebih berpengalaman maupun lebih sukses dari saya ataupun teman teman yang saya anggap biasa saja.

Dari sekian banyak orang yang saya tanya dan konsultasi, ada 2 orang yang pendapatnya ingin saya bahas di sini. Yang pertama adalah teman yang sudah cukup lama saya kenal sejak saya kuliah dulu, yang kariernya sangat bagus, seorang peraih penghargaan mahasiswa teladan di kampusnya dulu, pernah jadi dosen tamu di salah satu universitas di Jepang, dan saat itu dia menjadi salah satu top eksekutif di salah satu perusahaan retail papan atas di Indonesia. Selain menanyakan pendapatnya tentang bisnis yang akan saya buka, dia juga saya tawarkan kesempatan untuk menjadi salah satu investor di bisnis tersebut. Tapi saat itu, bukannya komentar positif atau semangat dan support yang saya dapat, tapi lebih banyak pendapat dan pemikiran yang kurang mendukung dan lebih banyak melihat dari sisi negatifnya, kalau nanti bisnisnya begini bagaimana, kalau nanti bisnisnya begitu gimana? Dan akhirnya saya pulang dari rumahnya dia, malah bukan menjadi lebih semangat, tapi jadi bingung dan ragu ragu untuk buka bisnis tersebut……

Teman saya yang kedua, adalah seorang yang berasal dari keluarga berada, sempat bersekolah di US, dan saat itu menjadi salah satu top leader di sebuah perusahaan direct selling terkenal. Dalam sebuah kesempatan yang dia pergunakan untuk mem’prospek’ saya untuk bergabung dalam memasarkan produk perusahaannya, saya sempat mengemukakan rencana saya untuk membuka bisnis tersebut. Dan reaksi dia waktu itu kurang lebih, intinya tidak terlalu mendukung, malah secara tidak langsung menjatuhkan tipe bisnis yang akan saya buka, dan lebih mempromosikan jenis bisnis yang diterjuni olehnya saat itu. Sepulang dari pertemuan tersebut, saya malah jadi bimbang dan ragu ragu akan rencana saya buka bisnis.

Tapi untungnya, selain 2 orang teman saya diatas, saya juga bertanya dengan banyak orang lain yang sudah sukses membuka jenis bisnis sekolah musik seperti yang akan saya dirikan. Dan saya bisa menyimpulkan dari pertemuan dengan mereka bahwa bisnis sekolah musik adalah sebuah bisnis yang prospektif dan sangat menguntungkan. Dan akhirnya saya putuskan buka, dan ternyata memang hasilnya sangat menguntungkan. Untung saya akhirnya mengikuti saran yang tepat dari orang yang tepat.

Pernahkah anda mengalami situasi mirip seperti yang pernah saya alami diatas?? Dimana saat anda menemukan sebuah peluang bisnis, investasi atau peluang belajar sesuatu hal yang baru, dan kemudian anda berusaha meminta pendapat orang disekeliling anda, tetapi bukannya membuat anda jadi lebih bersemangat, tapi malah membuat anda tambah bingung, atau bahkan lebih buruknya membuat anda mem”buang” ide dan peluang tersebut dari pikiran anda? Dan kemudian beberapa waktu kemudian anda menyesali diri anda, mem’bodoh-bodohkan’ diri anda sendiri, karena sudah telanjur mengikuti pendapat yang salah dari orang yang tidak tepat. Karena ternyata ada orang lain yang membuka bisnis yang sama dengan yang tadinya anda ingin buka, ditempat yang tadinya anda rencanakan, dan akhirnya sukses besar.

Dari berbagai pengalaman yang saya alami, kita harus berhati hati dalam mengajukan pertanyaan, selain harus mengajukan pertanyaan dengan tepat, kita juga harus bertanya pada orang yang tepat. Jika kita ajukan pertanyaan yang tepat pada orang yang salah, maka hasilnya pasti tidak sesuai dengan harapan kita. Demikian pula jika kita mengajukan pertanyaan yang tidak tepat pada orang yang tepat sekalipun, maka bisa bisa jawaban yang salahlah yang kita dapat.

Atau ilustrasi sederhananya seperti ini, jika anda ingin membuka usaha jenis otomotif bertanyalah dengan pertanyaan yang tepat pada orang yang memang sudah sukses di bidang usaha otomotif, jangan pernah bertanya pada seorang yang sukses membuka usaha di bidang kuliner. Atau jika anda ingin belajar memanfaatkan daya ungkit dalam berbisnis atau berinvestasi, bertanyalah pada orang yang memang sudah berhasil memanfaatkan daya ungkit untuk kemajuan bisnis maupun investasinya.

Demikian pula dalam berinvestasi property dengan menggunakan daya ungkit, bertanyalah dengan pertanyaan yang tepat, pada orang yang tepat, yang sudah terbukti sukses. Saya seringkali menerima pertanyaan dari teman teman yang dari caranya bertanya, saya tahu teman teman ini sudah pernah bertanya atau menerima pendapat dari sumber yang kurang tepat, sehingga dari caranya bertanya cenderung bukan bertanya untuk belajar, tapi malah “mempertanyakan”, akibatnya yang rugi malah mereka sendiri, karena telah membuang kesempatan bagus dan menutup diri terhadap salah satu dari banyak cara berinvestasi di properti, yaitu dengan menggunakan daya ungkit.

Maka kesimpulannya berhati hatilah dalam bertanya dan berguru, salah bertanya pada orang yang tidak tepat atau guru yang tidak tepat….malah bisa tersesat di jalan investasi properti yang kurang tepat.. Lebih baik berhenti sejenak, sambil mencari orang atau guru yang lebih tepat, daripada bertanya pada orang atau guru yang tidak tepat, tapi malah jadi tambah tersesat.

Salam Sukses Berkelimpahan,

Joe Hartanto

www.PropertyCashMachine.com

“Tempatnya belajar cara CERDAS membangun kekayaan melalui property TANPA MODAL”

Follow ME on Twitter : @JoeHartanto

Facebook Page : facebook.com/joehartanto